Sebut PMKRI Serupa FPI, Akun FB Maksi Dipolisikan

berbagi di:
download-1

 

 

Gusty Amsikan

Presidium PMKRI Cabang Kefamenanu melaporkan akun Facebook bernama Maksi ke Mapolres TTU karena diduga telah mencemarkan nama baik PMKRI. Akun Facebook yang diduga palsu itu menuding PMKRI merupakan bagian dari FPI dan terlibat dalam demo 212, dalam komentarnya pada sebuah status berisi penolakan terhadap kehadiran Bupati TTU di Kampus Unimor yang diunggah oleh salah seorang pengurus Ormawa Unimor.

Akun tersebut pun menyebut bahwa PMKRI berada di belakang aksi penolakan itu.

Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium PMKRI Cabang Kefamenanu, Yohanes Sara dan Komisariat Regio Timor, Yohanes Naihati, kepada VN, Kamis (12/12) di Kefamenanu.

Yohanes mengatakan pihaknya telah melaporkan akun Facebook bernama Maksi ke Mapolres TTU dengan tuduhan pencemaran nama baik terhadap PMKRI. Peristiwa pencemaran nama baik tersebut terjadi pada Rabu (11/12) sekira pukul 20 Wita. Awalnya, salah seorang pengurus Ormawa Unimor mengunggah status facebook yang menyatakan menolak kehadiran Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes di Unimor untuk diskusi publik pada Jumat (13/12) nanti. Akun bernama Maksi lalu mengomentari unggahan tersebut.

Dalam komentarnya, akun tersebut menuding bahwa penolakan tersebut merupakan ulah dari PMKRI. Akun tersebut pun menuding bahwa PMKRI telah salah arah dan merupakan bagian dari FPI dan terlibat dalam demo 212. Hal itu jelas mendiskreditkan dan mencemarkan nama baik PMKRI. Komentar akun tersebut seolah-olah hendak membangun opini publik bahwa aksi yang dilakukan oleh PMKRI selama ini bermuatan politik.

“Awalnya ada postingan dari salah seorang pengurus Ormawa Unimor yang menyatakan menolak kehadiran Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes di Unimor untuk diskusi publik Jumat (13/12) nanti. Namun ada akun palsu bernama Maksi mengatakan bahwa otak di balik semua itu PMKRI. ia juga menyebut bahwa PMKRI merupakan bagian dari FPI dan terlibat dalam demo 212. Kita sesalkan penyataan itu karena prinsipnya ini soal menuding PMKRI sebagai ormas radikal. Kami memutuskan untuk melaporkan akun facebook bernama Maksi ke pihak kepolisian,”jelasnya.

Ia menambahkan pihaknya meminta Polres TTU mengusut pemilik akun Maksi dan memintanya mempertanggungjawabkan pernyataannya tersebut. Jika pernyataan provokasi tersebut dibiarkan, maka akan semakin memanas dan memicu perpecahan,”imbuhnya.

Hal senada disampaikan Komisariat Regio Timor, Yohanes Naihati. Pihaknya sangat menyayangkan pernyataan akun Maksi dalam komentarnya di media sosial Facebook yang mencemarkan nama baik PMKRI. Pernyataan yang menyebut bahwa PMKRI telah salah arah dan merupakan bagian dari FPI dan terlibat dalam demo 212 serta menjadi dalang di balik penolakan kehadiran Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes di Unimor jelas sangat mendiskreditkan PMKRI.

Presidium PMKRI Cabang Kefamenanu harus mengambil langkah melaporkan akun tersebut kepada pihak yang berwajib karena penyataan yang dikeluarkan akun itu di media sosial juga melibatkan nama Bupati TTU, Raymundus Say Fernandes. Laporan tersebut juga merupakan bentuk penegasan bahwa tudingan terhadap PMKRI tidaklah benar dan merusak nama baik PMKRI secara organisatoris.

“Pernyataan itu merupakan bentuk pencemaran nama baik PMKRI secara organisatoris. Pernyataan itu juga melibatkan Bupati TTU. Jangan sampai PMKRI dicap sebagai dalang di balik semua penolakan atas kehadiran Bupati di Unimor, PMKRI bagian dari FPI, dan aksi selama ini bermuatan politik. Kami minta Polres untuk mengusut pemilik akun Maksi dan meminta mempertanggung jawabkan pernyataannya yang menuding dan mendiskreditkan PMKRI,” pungkasnya.(gus/S-1)