Sejarah Singkat May Day hari ini

berbagi di:
apa-itu-hari-buruh-atau-may-day

 

Sebagai salah satu negara dunia ketiga yang berorientasi menjadi negara Industri sejak masa Orde Baru, Indonesia merupakan salah satu negara yang memperingati 1 Mei sebagai May Day, dan tanggal ini menjadi hari libur nasional, serta menjadi ‘hari’nya buruh yang bersatu dengan lantang turun ke jalan, menuntut kelayakan para buruh di seantero negeri setiap tahunnya.

Namun perayaan May Day sendiri, tidak terlepas dari perjuangan para pekerja kelas bawah yang melawan para penguasa kapitalisme di Amerika Serikat dan Negara-negara Eropa ketika negara-negara tersebut berevolusi menjadi negara Industri. Pada abad ke-19 merupakan periode di mana buruh diperkerjakan sesuka hati tuannya, bayangkan dari 24 jam sehari, mereka rata-rata bekerja 18 sampai 20 jam, sama artinya mereka hanya punya waktu beristirahat 4 jam sehari, sisanya mereka habiskan untuk bekerja dan bekerja lagi.

Kenyataan tersebut akhirnya mendorong para buruh melakukan tuntutan besar dengan poin besar yang dituntut adalah memperpendek jam kerja. Maka 8 Jam bekerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam rekreasi, 24 jam yang ideal bagi kehidupan dalam sehari yang diinginkan kelas pekerja Amerika Serikat.

Pada 5 September 1882, parade Hari Buruh pertama di kota New York dengan 20 ribu peserta digelar. Mereka berjalan dengan membawa spanduk yang berisi tuntutan mereka 8 jam bekerja
Sebagai reaksi terhadap tuntutan para buruh Kongres internasional pertama dilangsungkan di Jenewa, Swiss, pada 1886,dengan diwakilkan oleh berbagai buruh dari berbagai negara. Kongres buruh internasional ini menetapkan tuntutan pengurangan jam kerja menjadi 8 jam sehari sebagai perjuangan resmi buruh sedunia.

Di bagian bumi lain, yaitu aksi buruh di Kanada pada 1872 dengan tuntutan yang sama seperti buruh di AS, mendapat kesuksesan, 8 jam kerja di Kanada resmi diberlakukan mulai 1 Mei 1886.
sedang di Amerika Serikat pada tanggal yang sama yaitu 1 Mei 1886 sekitar 400 ribu buruh di AS menggelar demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja. Aksi ini berlangsung selama empat hari sampat tanggal 4 Mei 1886.

Sayangnya di hari terakhir pada 4 Mei 1886, polisi AS yang mulai lelah dan geram menembaki para demonstran buruh yang mengakibatkan tewasnya ratusan orang. Pemimpin buruh juga ditangkap dan dihukum mati. Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai peristiwa Haymarket karena saat itu terjadi di bundaran Lapangan Haymarket.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap mereka yang menjadi korban selama demonstrasi untuk menuntut kelayakan para buruh, akhirnya Kongres Sosialis Dunia yang digelar di Paris pada Juli 1889 menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia (May Day).