Sekda Sumba Timur Buka O2SN dan FLS2N Tingkat SMP

berbagi di:
Sekda Sumba Timur Domu Warandoy memukul tambur tanda dimulainya kegiatan O2SN dan FLS2N tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Sumba Timur tahun 2019, di Lapangan Upacara kantor Bupati Sumba Timur, Selasa (11/6) petang. Foto: Frangky Johannis/VN

Sekda Sumba Timur Domu Warandoy memukul tambur tanda dimulainya kegiatan O2SN dan FLS2N tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Sumba Timur tahun 2019, di Lapangan Upacara kantor Bupati Sumba Timur, Selasa (11/6) petang. Foto: Frangky Johannis/VN

 

 

Frangky Johannis

Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) diharapkan menjadi wadah untuk menggali, mengembangkan, dan menjaring potensi para siswa khususnya di bidang seni dan olahraga.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumba Timur Domu Warandoy saat mewakili Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora membuka kegiatan O2SN dan FLS2N tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Sumba Timur tahun 2019, di Lapangan Upacara kantor Bupati Sumba Timur, Selasa (11/6) petang.

Bupati Gidion dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Domu Warandoy mengatakan, kemajuan sebuah daerah terletak pada kemajuan generasi muda tak hanya dilihat dari kemampuan berprestasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi juga meliputi budi pekerti, serta mampu menunjukkan prestasi di bidang seni dan olahraga.

Menurutnya, keterampilan olahraga dan seni merupakan bentuk literasi yang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan siswa yang menjadi sosok yang sehat, cerdas, adaptif, dan berdaya saing di era ini. Oleh karena itu, kata dia, para siswa patut bersyukur dapat mengasah keterampilan dan literasi olahraga dan seni melalui event O2SN dan FLS2N.

Para peserta O2SN dan FLS2N saat mengikuti acara pembukaan. Foto: Frangky Johannis/VN
Para peserta O2SN dan FLS2N saat mengikuti acara pembukaan. Foto: Frangky Johannis/VN

“Dari kompetisi ini tentunya akan terjaring talenta dan kemampuan anak-anak didik, sehingga mereka mampu mencapai prestasi dan memaksimalkan kemampuan yang dimiliki. Siswa yang berbakat, sehat, cerdas, dan sportif akan menjadi modal pembangunan daerah yang sangat diharapkan ke depan,” urai Gidion yang dibacakan Sekda.

Gidion berpesan kepada para peserta untuk menampilkan semua bakat dan kemampuan di bidang olahraga dan seni dalam event ini secara maksimal. Selain itu, para guru dan pembina di sekolah agar terus menanamkan nilai dan spirit bersaing secara sehat, sehingga ajang lomba ini dapat mengukur keberhasilan pendampingan masing-masing.

“Keikutsertaan dalam lomba ini jangan semata-mata untuk mencari juara. Menang dan kalah harus dapat diterima dengan jiwa besar karena ajang ini juga bertujuan menumbuhkan nilai sportifitas dan kompetisi yang ke depannya menjadi modal bagi para siswa menghadapi berbagai tantangan untuk menjadi pemenang dalam semua aspek kehidupan,” imbuhnya.

Sementara Ketua Panitia yang juga Kabid SMP Dinas Pendidikan Sumba Timur Imanuel Takanjanji dalam laporannya mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan bakat dan minat para siswa dalam bidang olahraga dan seni, membina dan mempersiapkan olahragawan berprestasi sejak dini, sehingga mereka menggemari seni sejak dini, tumbuhnya jiwa sportivitas, memberikan wadah untuk berkreasi dan beprestasi agar nanti mereka yang juara akan di ikut pada kegiatan yang sama di provinsi bahkan nasional.

Kegiatan O2SN dan FLS2N diikuti 233 peserta dari 22 kecamatan mulai 11-15 Juni. Peserta terdiri dari 141 atlet, 22 official, dan 60 orang pelatih. Cabang lomba yakni atletik (lari, lompat jauh, dan tolak peluru), pencak silat, dan karate. Sementara FLS2N melombakan kreatifitas seni tari, duet gitar klasik, dan menyanyi solo. (bev/ol)