Sektor Pariwisata sangat Menjanjikan

berbagi di:
foto-hal-03-yao

Staf Khusus Gubernur NTT, Prof Daniel Kameo saat membawa materi pada rapat Evaperca tahun 2020, YAO di aula utama Pusdiklat Alfa Omega, Selasa (11/2). Foto: Ayub/VN

 
Ayub Ndun

Sektor pariwisata mulai memperlihatkan dominasinya sejak tahun 1990. Diprediksikan tahun 2024 sektor pariwisata akan menyerap tenaga kerja sebesar 14 persen.

Hal inilah yang menjadi alasan negara di dunia mulai memilih sektor ini. Sebelumnya sektor pariwisata identik dengan isu kerusakan lingkungan dan disebut sebagai penyebab masalah lingkungan.

Demikian penuturan Staf Khusus Gubernur NTT, Prof Daniel Kameo dalam materinya; “Strategi Pemerintah Menjadikan Masyarakat sebagai Aktor Utama Pariwisata” rapat evaluasi dan perencanaan tahunan (Evaperca) tahun 2020, Yayasan Pelayanan dan Pengembangan Masyarakat Alfa Omega (YAO) di aula utama Pusdiklat Alfa Omega, Selasa (11/2).

Menurutnya, sebelum mengembangkan pariwisata maka konsep kepariwisataan harus dipahami dengan baik.

Action perlu, tetapi memahami konsep dan ini kurang ada pada kita,” ujarnya.

Ia menuturkan, pariwisata dijadikan prime mover perekonomian Provinsi NTTĀ  karena berdasarkan studi, sektor pariwisata dapat menarik banyak gerbong (sektor) lain. “Dampaknya akan terasa sekali sebagai penggerak bagi sektor lain karena saling mendukung,” bebernya.

Pemerintah harus membina kerja sama dengan berbagai pihak dan harus memperhatikan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, ada lima unsur utama pengembangan pariwisata, yakni, pemerintah, bisnis, komunitas, media, akademik.
Lembaga tersebut harus bekerja sama (sinergitas) untuk menghasilkan daya saing dan pertumbuban ekonomi serta masyarakat sebagai pilar utamanya. Untuk itu, maka akan dibangun infrastruktur jalan sebagai aksebilitas.

Sementara Staf Khusus Gubernur NTT lainnya Prof Willy Toisuta dalam materi Revolusi Industri 4.0 inovasi, peluang, dan tantangan pendidikan di NTT mengatakan, dengan perkembangan revolusi industri maka semakin banyak pekerjaan manusia yang diambil alih robot untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Lembaga LSM ataupun pendidikan harus merubah sikap dan pola pikir (mindset) yang lebih baik agar mampu bersaing karena memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai untuk melakukan sesuatu.

“Maka perlu sikap dan mindset yang baik. Bahaya kalau robot mengatur manusia, maka pendidikan harus inovatif agar mampu hasilkan SDM unggul,” ujarnya.

Menurutnya, SDM harus disiapkan untuk menghadapi tantangan zaman dengan berbagai kemajuan yang ada
Guru-guru diminta fokus serta harus inovatif membimbing anak didik semasa PAUD hingga perguruan tinggi agar dapat menggali kemampuan yang dimiliki untuk bekal masa depannya.