Selain Istri dan Mantu, Ipar dan Keponakan Jonas Salean juga Dapat Kavling Tanah Pemkot

berbagi di:
img-20210119-wa0022

 

 

Yapi Manuleus

 

 

SIDANG Lanjutan pemeriksaan saksi terkait kasus bagi-bagi tanah pemerintah Kota Kupang dengan Terdakwa Thomas More kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang pada, pada Selasa (19/1).
Dalam persidangan tersebut dua istri mantan pejabat Pemerintah Kota Kupang yakni Istri Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean, Resdiana Ndapamerang dan istri mantan Sekda Kota Kupang Bernadus Benu, Martase Talan, dihadirkan secara bersamaan untuk diperiksa sebagai Saksi dalam persidangan itu.

Persidangan berlangsung satu jam dari pukul 14:00 Wita hingga 15:00 Wita. Hakim Ketua Dju Djhonson Mira Mangngi saat melontarkan pertanyaan kepada Saksi Resdiana Ndapamerang apa sebab saksi dihadirkan dalam sidang tersebut. Resdiana Ndapamerang pun mengatakan bahwa pihaknya dihadirkan di rang persidangan tersebut terkait kasus pembagian tanah kavling yang dibagikan oleh pemerintah Kota Kupang saat dijabat oleh (Mantan) Wali Kota Kupang Jonas Salean yang merupakan suaminya sendiri.

“Saya dihadirkan di sini karena kasus pembagian tanah oleh pemerintah Kota Kupang, dari Wali Kota Kupang Jonas Salean,” jawab Readiana Ndapamerang, yang juga merupakan mantan Kepala Bidang Penataan Pertanahan Provinsi NTT itu.

Selanjutnya Hakim Ketua Kembali melontarkan pertanyaan terkait cara saksi bisa mendapatkan tanah kavling tersebut.

“Tidak tau pak, saya tau dari mantan pimpinan saya waktu itu kalau saya juga dapat,” jawab Saksi.
Hakim Ketua pun merasa bimbang akibat saksi tidak bisa menjelaskan proses awal mendapatkan tanah kavling tersebut.

“Kok bisa orang tidak ajukan permohonan kok dapat sertifikat. Ini anda orang pertanahan lagi. Kalau begitu apa hubungan Saksi dengan pak Jonas Salean,” tanya Hakim Ketua.

“Suami saya pak,” jawab saksi.

Resdiana Ndapamerang pun mengaku selain dia dan suaminya juga dua orang anak mantunya yang ikut mendapatkan tanah kavling tersebut, yang salah satunya berprofesi sebagai seorang Pilot.
Saksipun mengaku tidak pernah bertanya kepada suaminya, Jonas Salean terkait alasan sehingga hampir semua anggota keluarganya mendapatkan jatah Kavling tanah tersebut.

Sementara itu, Istri Bernadus Benu, Martase Talan kepada majelis hakim mengaku membuat permohonan sehingga dirinya bisa mendapatkan jatah kavling tanah selain suaminya.
“Saya buat permohonan pak, karena bapa waktu itu bilang Pak Wali ada bagi-bagi tanah. Saya langsung bilang saya bisa dapat tidak? Bapa jawab bilang mama berusaha sendiri, dan sampai sekarang pun saya tidak tau tanah di bagian mana pak,” jawab Saksi kepada hakim.

Hakim Ketua Dju Djhonson Mira Mangngi dalam persidangan tersebut menyayangkan sikap kedua istri mantan pejabat tersebut. Seharusnya kedua istri mantan pejabat tersebut saat itu menjadi kritis bagi suaminya sendiri dan menjaga nama baik suami agar tidak menimbulkan persoalan hukum seperti sekarang ini.
“Harusnya saudara berdua bertanya pada suami mengapa bisa dapat tanah ini. Harus ada etis, karena perbuatan melawan hukum itu merupakan perbuatan yang tercela. Suami sudah dapat, harusnya istri tidak perlu lagi dapat. Ini harus cepat mencerna. Supaya bisa jaga nama baik suami kita,” ujar tegasnya.

Dalam persidangan itu, Istri Jonas Salean, Resdiana Ndapamerang mengakui selain empat orang keluarga dekatnya yang ikut menerima kavling tanah tersebut juga terdapat beberapa orang Ipar maupun Ponakan dari Suaminya Jonas Salean yang ikut menerima jatah tanah kavling tersebut.

“Itu semuanya saya yang urus sendiri untuk mendapatkan sertifikat,” ujar Saksi.

Kedua saksi tersebut pun mengaku sudah mengembalikan sertifikat tanah tersebut ke pemerintah kota Kupang pada tahun 2020 lalu. (Yan/ol)