Seorang Probable Meninggal di Ruang Isolasi RS TC Hillers

berbagi di:
img-20210226-wa0029

Dokter Clara Franchis
Juru bicara Satgas Covid 19 Sikka

 

 

 

Yunus Atabara

 

 
SEORANG pasien dengan status probable yang dirawat di ruang isolasi Covid-19 RS TC Hillers Maumere, berinisial H (57) warga Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka meninggal dunia.

Demikian dikatakan juru bicara bidang kesehatan, Dokter Clara Franchis kepada VN Jumat (26/2) terkait adanya pasien dengan status probable yang meninggal dunia di ruang isolasi Covid-19 RS TC Hillers Maumere.

“Hari ini 1 orang pasien dengan status probable berinisial H (57), alamat dalam KTP, Kelurahan Nangameting Kecamatan Alok Timur, meninggal setelah menjalani perawatan di ruang isolasi Covid-19 tadi pagi,” kata dokter Clara.

H (57) masuk IGD RS TC Hillers Maumere, Kamis (25/2) malam
dengan keluhan muntah-muntah, BAB berwarna hitam dan sesak napas. Setelah dilakukan screening, yang bersangkutan terindikasi covid-19.

Lalu petugas medis melakukan pemeriksaan rapid antigen dan hasilnya positif. Yang bersangkutan lalu dipindahkan dan dirawat di isolasi covid-19, Jumat (26/2) pukul 06.20 Wita.

“Dua jam kemudian saat menjalani perawatan di ruang isolasi, yang bersangkutan meninggal dunia,” kata dokter Clara

Menurut dokter Clara, sampai dengan saat ini, total pasien yang meninggal di ruang isolasi covid-19 RS TC Hillers Maumere, sebanyak 15 orang. Sebanyak 8 orang terkonfirmasi positif covid-19 dan 7 orang dengan status Probable.

Pasien yang berstatus probable tersebut akan dimakamkan secara protokoler covid-19, di lokasi pemakaman pasien covid-19 yang sudah disiapkan oleh pemerintah Kabupaten Sikka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun VN menyebutkan bahwa H, mengalami stroke kurang lebih 5 tahun dan sebelumnya pernah dirawat di RS TC Hillers Maumere.

Yang bersangkutan sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan engineering di Afrika. Kurang lebih 5 tahun bekerja di Afrika, H kembali ke Maumere karena sakit. (Yan/ol)