Sertifikat Keahlian lebih Bermanfaat Ketimbang Ijazah

berbagi di:
foto-hal-01-vbl-tts-teken-prasasti

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meneken prasasti peresmian SMK Kencana Sakti Haumeni di Oenali, Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS, Nusa Tenggara Timur, Kamis (13/2). Foto: Megi/VN

 
Megi Fobia

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat meminta kepada pimpinan SMK Kencana Sakti Haumeni Soe agar lulusan sekolah itu tidak diberikan ijazah tetapi diberikan sertifikat keahlian. Sebab, sertifikat keahlian jauh lebih bermanfaat dibanding ijazah tanpa ada keahlian atau keterampilan tertentu.

“Kalau bisa para lulusan diberikan sertifikat karena memiliki keahlian. Punya ijazah namun tidak punya keahlian itu sama saja akan tetap jadi penganggur,” kata Gubernur VBL ketika meresmikan SMK Kencana Sakti Haumeni di Oenali, Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (13/2).

Ia menegaskan, zaman sekarang bukan lagi membutuhkan ijazah, tetapi skill. Jika lulusan memiliki keahlian, maka harus diberikan sertifikat dan bukan ijazah dan gelar yang panjang namun tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi lulusan SMK pariwisata harus memiliki skill sehingga kedepan tidak susah dalam berwirausaha.

“Kepala sekolah harus koordinasi baik dengan Kadis Pariwisata, Kadis Pendidikan dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan karena saya tidak tertarik dengan ijazah. Sertifikat itu lebih penting,” katanya.

Menurutnya, kunjungannnya ke TTS bukan semata meresmikan SMK Kencana Saksi Haumeni, namun kunjungannya ke empat kabupaten di Timor untuk mendorong kemajuan pendidikan. Tamatan SMK Haumeni tak hanya memiliki kecerdasan tetapi juga keahlian. Sebab, pendidikan di NTT, khususnya keahlian, masih minim.

Ia meminta agara SMK harus mampu melatih siswa untuk mampu di segala bidang. “Perlu skill mulai dari dasar, madya hingga profesional. Harus mampu berbahasa Inggris karena bahasa itu juga skill. Tamatan sekolah ini harus jadi wirausahawan muda dan bukan pencari kerja,” tandasnya.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun dalam sekapur sirihnya, mengatakan bahwa yayasan memiliki kepedulian untuk membangun gedung SMK Kencana Sakti Haumeni sudah ada kerja sama dengan pemerintah daerah, di antaranya pelajar sekolah tersebut melaksanakan praktik di RSUD Soe.

“Siswa-siswi di sekolah ini bukan hanya untuk pariwisata saja tetapi juga ada kesehatan dan perhotelan. Untuk yang bidang kesehatan bisa praktik di RSUD Soe,” katanya.

Para siswa di TTS, kata dia, tak perlu lagi keluar daerah untuk melanjutkan pendidikan karena saat ini pendidikan sudah berada di tengah-tengah masyarakat. “Bangunan tiga lantai untuk sekolah di TTS baru pertama di SMK Kencana Sakti Haumeni ini,” pungkasnya. (mg-12/S-1)