Siswa Diminta Proaktif Belajar secara Daring

berbagi di:
Maximilian Nggeolima Kepala SMAN 2 Kupang

Maximilian Nggeolima
Kepala SMAN 2 Kupang

Sinta Tapobali

PROSES pembelajaran tingkat SMA/SMK di Kota Kupang saat ini masih berlangsung secara online (daring). Pasalnya, Kota Kupang tidak termasuk kategori zona hijau penyebaran kasus Covid-19.

Terkait pembelajaran secara daring, Kabid Pendidikan Menengah Provinsi NTT, Mathias Beeh meminta para siswa tetap proaktif mengikuti pembelajaran sistem daring yang berlangsung dari rumah masig-masing siswa tersebut. Bagi dia, tak ada perbedaan signifikan antara pembelajaran secara daring dengan proses pembelajaran secara tatap muka atau (luring).

Pembelajaran secara daring diterapkan di wilayah yang masih masuk dalam zona merah Covid-19. Sedangkan, pembelajaran secara luring hanya akan diterapkan di sekolah-sekolah yang masuk dalam wilayah dengan zona hijau.

“Untuk Kota Kupang masih dalam zona mengkhawatirkan sehingga diputuskan proses pembelajaran akan tetap dilaksanakan secara online. Meski demikian, siswa diharapkan harus tetap proaktif dan tetap mengikuti proses pembelajaran yang diberikan oleh para guru melalui berbagai aplikasi pendukung. Semua yang kita lakukan ini adalah demi kesehatan dan keselamatan bersama sehingga kepada anak-anak jangan menyerah dengan keadaan saat ini tetapi belajar dengan giat karena belajar itu dapat dilakukan dari mana saja,” ungkapnya ketika ditemui VN, Senin (27/7).

Kepala SMAN 2 Kupang, Maximilian Nggeolima membenarkan bahwa SMA/SMK masih menerapkan pembelajaran secara daring.
“Kami di SMAN 2 masih tetap melaksanakan proses belajar dari rumah tetapi gurunya mengajar dari sekolah. Belum dipastikan sampai kapan menunggu instruksi lebih lanjut,” katanya.

Saat ini, sekolah sedang memperbanyak rencana pembelajaran Covid-19 yang mudah dipahami dan dapat digunakan oleh siapa saja. Nantinya, rencana pembelajaran inilah yang diberikan kepada semua siswa untuk menolong mereka dalam belajar dari rumah selama masa pandemi Covid-19.

“Kami sementara memperbanyak rencana pembelajaran Covid yang mudah dipahami, dapat digunakan oleh siapa saja. Rencana pembelajaran ini yang akan diberikan kepada semua siswa guna menolong mereka yang tidak punya hp maupun yang punya,” jelasnya. (yan/ol)