Siswa Tak Punya HP Android Terkendala Belajar Online

berbagi di:
img-20200331-wa0046

Elisabet Sinar

 

 
Yapi Manuleus

Pemerintah daerah sudah memperpanjang masa liburan sekolah hingga tanggal 21 April 2020.

Semua sekolah diwajibkan menggunakan pembelajaran dirumah secara online maupun secara manual agar siswa tetap belajar seperti biasanya walaupun dengan libur panjang seperti sekarang ini.

Namun, tidak semua siswa bisa mengikuti kegiatan belajar online karena masih banyak siswa tidak memiliki hp android.

Kepala Sekolah SDN Moin Fe’u, Kelurahan Manulai 2 Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Elisabet Sinar kepada VN, Selasa (31/3) mengaku dengan adanya liburan sekolah pihaknya mengalami kendala karena semua pembelajaran memakai sistem online sedangkan hampir semua siswanya tidak memiliki handphone android.

“Kita di sini, hampir semua siswa tidak punya hp android jadi untuk penerapan materi lewat online agak sulit dan saya rasa semua sekolah pasti seperti itu juga,” katanya.

Namun, ia mengaku akan menerapkan pembelajaran secara manual ke tiap-tiap rumah siswa sesuai arahan pemerintah agar semua siswanya tidak ketinggalan materi pembelajaran.

“Saya sudah koordinasi dengan vuru-guru di sini agar kita pakai teknik manual saja. Kalau berkunjung ke rumah siswa juga semua guru harus pakai masker sesuai dengan arahan dinas,” ujarnya.

Datna Lopo, salah satu guru wali kelas di SD Inpres Fatukoa yang juga masuk salah satu sekolah pinggiran di Kota Kupang mengakui hal yang sama.

“Kita di sini pembelajaran offline. Sebelum libur itu saya sudah bagi buku dan kasih tugas nanti setelah masuk baru diperiksa kalau mau online tidak bisa karena tidak semua siswa punya hp android,” jelasnya.

Sementara, Katherina Bell Dima salah satu orang tua siswa mengaku dalam kondisi seperti ini, ia berupaya mengontrol dan membimbing anaknya untuk tetap belajar di rumah.

Ia berharap kondisi ini cepat pulih agar anak-anaknya bisa kembali beraktivitas seperti biasa.  (bev/ol)