Skandal Kredit Macet Bank NTT 2018, Tersangka Keempat Diringkus di Surabaya

berbagi di:
img-20200629-wa0015
Penyidik Kejati NTT mengawal ketat tersangka kasus kredit macet Bank NTT Stefanus Sulayman (tengah) saat turun dari pesawat di Bandara El Tari Kupang, Minggu (28/6) siang. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Putra Bali Mula

Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT dan tim intelejen Kejagung RI berhasil meringkus Stefanus Sulayman (SS),  tersangka pembobol dana fasilitas kredit modal usaha di Bank NTT Cabang Surabaya sebesar Rp127 miliar.

Tersangka Stefanus Sulaiman adalah kakak kandung dari tersangka Yohanis Ronald Sulaiman yang telah lebih dahulu ditahan setelah menyerahkan diri di Kejati NTT pada Kamis (18/6/2020) lalu. Keduanya adalah pengusaha asal Kota Kupang.
“SS dirungkus di Hotel Sheraton Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (27/6) malam. SS ditangkap karena tidak memenuhi dua kali panggilan penyidik tindak pidana korupsi Kejati NTT,” ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT Yulianto didampingi Koordinator Bidang Datun Kejati NTT Robert Jimmy Lambila dalam keterangan pers, Minggu (28/6).
Kajati menjelaskan, SS saat ringkus tim gabungan terdiri dari penyidik Kejaksaan Tinggi NTT bersama Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kejaksaan Negeri Surabaya, serta intelejen Kejagung RI itu, yang bersangkutan menolak untuk ditangkap.
“Namun setelah tim penyidik meminta yang bersangkutan untuk kooperatif, tersangka akhirnya diamankan hingga dibawa ke Kupang pada Minggu pagi,” kata Yulianto.
Kajati menambahkan berdasarkan penghitungan Kejaksaan, kerugian negara dalam kasus korupsi penyaluran fasilitas kredit Bank NTT Cabang Surabaya semula Rp 126 miliar namun ternyata telah bertambah menjadi Rp 127 miliar.

Amankan Rp100 M
Kajati menambahkan hingga kemarin, pihaknya berhasil menyelamatkan uang negara yang dikorupsi dari kasus tersebut sebesar Rp100 miliar.

“Sampai saat ini kami sudah berhasil menyelamatkan uang negara yang diduga dikorupsi sebanyak Rp100 miliar. Uang negara yang berhasil diselamatkan dalam kasus dugaan korupsi kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya,” terang Yulianto.
Ia menjelaskan, dari Rp100 miliar yang berhasil diselamatkan, Rp90 miliar berupa aset yang telah disita dari tersangka Yohanes Ronald Sulayman dan uang tunai senilai Rp9, 5 miliar disita dari rekening tersangka yang kini sedang diburu yaitu Muhamad Ruslan.
“Kejati NTT akan terus mencari uang negara yang dikorupsi sehingga memulihkan keuangan negara Rp127 miliar yang dikorupsi para tersangka,” pungkasnya.
Uangnya sebanyak Rp 9.509.924.588 yang berada di rekening Muhamad Ruslan di Bank BNI Cabang Cibinong, sudah disita pada Senin 22 Juni 2020 lalu sekitar pukul 13.00 WIB. Selanjutnya dana tersebut disimpan ke rekening RPL 039 PDT Kejati NTT pada Bank Mandiri Cabang Kupang.
Karo Humas Setda Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu kepada VN kemarin, menegaskan Pemerintah Provinsi NTT memberikan apresiasi atas kinerja dari Kejati NTT.
“Bapak Gubernur (Viktor Bungtilu Laiskodat) memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kejati NTT atas usaha dan keberhasilan ini dan mudah-mudahan atas kerja keras ini dapat ditingkatkan untuk membangun Provinsi NTT yang bebas korupsi,” ujarnya. (mg-06/E-1)