SKO Sumbang Delapan Atlet ke PON Papua

berbagi di:
1611803261050

 

Hironimus Pati
Pelaksana Tugas Kepala SKO Kupang.Foto: paskal/vn.

 

 

 
Paskal Seran

 

 
SEKOLAH Keberbakatan Olahraga (SKO) NTT menyumbang delapan atlet yang mewakili NTT untuk berlaga di PON XX Papua mendatang. Delapan atlet yang saat ini menempuh pendidikan di SKO tersebar di tiga cabang olahraga yaitu, Atletik, Kempo, dab Bola kaki.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SKO Kupang Hironimus Pati kepada VN, di SKO Kupang, kemarin.

Dia megungkapkan, delapan atlet itu adalah Matheus Liwu di atletik dengan nomor lari 5.000 meter dan 3.000 meter putra; Sementara dari Cabor Kempo ada empat orang, yaitu Yustino L Maser, Dionisius Ramli, Ingky Dahlia Pilis, Fernando A Bala. Tiga orang lainya dari Cabor Sepak Bola, yaitu Aryanto Goran Biran, Anselius Salman Ola, dan Kristoforus Boro Tuga.

“Jadi kami di SKO ada delapan atlet yang seleksi PON. Mereka semua siswa SKO yang selama ini dibina di SKO. Mereka sudah dibina oleh para istruktur-istruktur handal, sehingga mereka bisa lolos PON,” tegas pria yang disapa Andris ini.

Tampung 200 Siswa
Untuk sekarang, kata Andris, riilnya ada 200 siswa yang sedang menuntut ilmu di SKO Kupang. Dia menjelaskan pula bahwa sebanyak 200 siswa yang saat ini menuntut ilmu di SKO aktif menjadi atlet di delapan cabor, yaitu Kempo, Taekwondo, Karate, Silat, Tinju, Atletik, Sepak bola, CrickeT.

“Jumlah ini terbatas karena kita setiap tahun itu hanya terima 72 siswa. Target untuk tahun pelajaran baru nanti kuotanya tergantung dari dinas tergantung dari anggaran yang tersedia. Karena biaya sekolah para siswa itu seluruhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi NTT,” jelasnya.

Andris juga mengungkapkan, untuk masuk ke SKO ada syarat khusus. “Kita ada juknis khusus. Secara teknis itu ada seleksi fisik sesuai keteranpilan cabor mereka, ada tes IQ, dan tes jantung. Kita berencana nanti akan ada tes wawancara dengan pengetahuan umum. Karena di sini sekolah berpresatasi bukan hanya di bidang olahraga, tetapi juga di bidang akasdemik,” tandasnya.

Para atlet yang ditampung itu kata Andris, berasal dari seluruh kabupaten/kota di NTT. “Jadi mereka itu diseleksi di kabupaten masing masing kemudian akan diseleksi lagi di Kupang. Jadi yang lolos di kabupaten/kota tidak otomatis lolos masuk SKO. Kali lalu banyak yang gugur,” tandasnya.

Dia juga mengungkapkan perlunya sharing dana dari kabupaten asal para siswa. Selama ini, hanya Pemprov NTT yang membiayai para atlet. “Kita bermimpi bahwa SKO ini akan menjadi gudang atlet untuk NTT. Jadi sekolah ini milik seluruh kabupaten/kota di NTT. Sejauh ini belum ada sharing anggaran antara Pemprov NTT dan kabupaten/kota,” ujarnya.

Padahal, kata dia, ketika ada event olahraga, seperti Porprov, Popda, kabupaten/kota datang dan memboyong siswa SKO dari kabupaten asalnya untuk bertanding atas nama daerahnya. “Jadi perlu kontribusi terhadap SKO. Oleh karena itu, butuh kerja sama (MoU) antara SKO dengan kabupaten/kota atau Pemprov NTT dengan kabupate/kota untuk sharing anggaran untuk membantu APBD 1. Kalau provinsi tanggung makan minum, yah kabupaten/kota tanggung biaya pertandingannya,” pungkasnya.

Dia menerangkan pula bahwa para siswa SKO saat ini tidak dipulangkan meski di tengah pandemi covid 19. “Mereka skolah secara daring karena guru-gurunya berasal dari luar asrama. Kita juga sering melakukan tes covid. Baru-baru ini kita kerja sama dengan Prodia Kupang untuk melakukan tes. Para siswa juga tidak pernah diisinkan untuk keluar,” ujarnya.

Sejumlah atlet yang dikonfirmasi terpisah mengaku senang menuntut ilmu di SKO Kupang. Apalagi, biaya berupa uang sekolah dan makan minum dibiayai oleh pemerintah.

Bahkan mereka mengajak para remaja di NTT untuk bisa mengukir prestasi dan menuntut ilmu di SKO Kupang.

Ketua PASI NTT Esthon Foenay berharap, banyak atlet SKO yang mengukir prestasi untuk mengharumkan nama NTT. (Yan/ol)

 

 

 

 

Siswa SKO Kupang yang Lolos ke PON XX Papua:

 

Matheus Wuli (Atletik)

Yustino L Maser (Kempo)
Dionisius Ramli (Kempo)
Ingky Dahlia Pilis (Kempo)
Fernando A Bala (Kempo)

Aryanto Goran Biran (Sepakbola)
Anselius Salman Ola (Sepakbola)
Kristoforus Boro Tuga (Sepakbola)