SMK 3 Kupang Siap Laksanakan UAS Online

berbagi di:
img-20200530-wa0033

 

 

 

 

Sinta Tapobali

Penetapan kebijakan belajar dari rumah yang diperpanjang tak hanya berdampak  pada perubahan lokasi kegiatan belajar mengajar, namun juga terhadap ketentuan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) sebagai penentu kenaikan kelas.

Sekolah Menengah Kejuruan 3 Kupang siap menjalankan UAS dengan sistem daring atau online.

Kepala SMK 3 Kupang, Jheni Bhasarie kepada VN, Sabtu (30/5) mengatakan pelaksanaan UAS online akan berlangsung 2-5 Juni 2020 dan diikuti oleh 1200 siswa dari lima Jurusan yang ada di SMK 3.

Menurutnya, dalam sehari ada empat pelajaran yang diujikan dengan durasi 1 jam untuk masing-masing pelajaran yang dibagi dalam dua sesi.

Ia berharap pelaksanaan UAS online bisa diikuti seluruh siswa dengan baik dan dapat memperoleh hasil yang memuaskan.

Maria Imaculata Ngoel, salah satu siswa SMK Jurusan Tata Boga mengaku siap mengikuti UAS online.

“Ini ujian gaya baru dan baru pertama saya ikuti yang seperti ini, tetapi sebagai siswa saya siap untuk melaksanakan dan mengikuti ujian dengan sebaik mungkin. Puji Tuhan saya punya HP Android sehingga sangat mendukung saya ketika akan mengikuti ujian pada 2 Juni mendatang,” ungkapnya.

Sebelumnya, diberitakan VN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT memberikan kebebasan kepada setiap sekolah terkait sistem UAS di tengah pandemi Vorona.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola mengatakan pihaknya mempersilahkan pelaksaan UAS online bagi sekolah yang merasa mampu dan siap dengan sarana prasarana yang memadai.

Namun, bagi sekolah-sekolah yang tidak siap melaksanakan ujian berbasis online maka nilai ujian akhir semester dapat diambil dari nilai-nilai penugasan maupun nilai-nilai lainnya yang telah dilakukan sebelumny.

“Skenario pertama terkait dengan instruksi Gubernur dengan merumahkan belajar berakhir tanggal 30 Mei berarti tanggal 2 Juni sudah harus masuk. Kalau skenario ini maka ujian akan dilangsungkan secara klasikal tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan, social distancing tetap, masker wajib dan cuci tangan wajib. Skenario kedua kalau seandainya diperpanjang masa dirumahkan untuk belajar ini maka pelaksanaannya bisa melalui penugasan secara online dan nilai-nilai harian lainnya,” jelas Benyamin, Selasa (26/5) lalu. (bev/ol)