SMPN 3 Kupang Dukung Kebijakan BDR

berbagi di:
images-2-1

Yasinta Tapobali

MEMASUKI tahun ajaran baru, SMPN 3 Kupang mendukung kebijakan pemerintah untuk menempuh proses belajar dari sumah (BDR). Kebijakan ini ditempuh untuk meminimalisir munculnya klaster penularan baru Covid-19 di era tatanan normal baru (new normal) di lingkungan pendidikan.
Wakasek SMPN 3 Kupang, Yospri Lodoh mengatakan, sesuai Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Nomor: 806/DISDIKBUD.007/DIKDAS/2020 tentang Panduan Belajar Dari Rumah (BDR) di Masa Pandemi Covid -19, maka SMPN 3 Kota Kupang tetap melaksanakan BDR.
Menurutnya, sekolah melihat kebijakan ini sudah sangat tepat selama pandemi Covid -19 ini, karena pelaksanaan BDR adalah bagian dari pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19.
Penerapan BDR ini, kata dia, tetap ada kendalanya seperti penguasaan guru terhadap teknologi informasi.
“Berkaitan dengan permasalahan ini, sekolah mengadakan workshop persiapan pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021, tetapi akan titik beratkan ke manajemen pembelajaran dan konseling di masa pandemi Covid-19 dengan metode pembelajaran online,” jelasnya.
Untuk peserta didik, sekolah mengalami kesulitan terhadap fasilitas karena tidak semua siswa memiliki fasilitas dan pengusaan IT. Tetapi hal ini tidak menjadi kendala, sehingga sekolah melakukan beberapa terobosan di antaranya pembagian buku mata pelajaran untuk semua peserta didik.
Selain itu, bagi peserta didik yang memiliki fasiltas IT diakomodir dalam WhatsApp (WA) grup kelas yang berfungsi sebagai kelas online yang akan digunakan sebagai virtual classroom.
Peserta didik yang tidak memiliki fasilitas akan dijangkau melalui teman-teman mereka sehingga waktu penugasan mereka tidak ketinggalan.
“Ini yang dapat sekolah lakukan untuk sementara ini, tentu sambil berjalan tetap sekolah akan melakukan evaluasi sehingga pelaksanaan ke depan lebih baik,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumuliahi Djami mengatakan bahwa siswa tidak diperbolehkan untuk belajar tatap muka di sekolah karena bisa jadi akan muncul klaster penularan baru korona.
Ditegaskannya bahwa Kota Kupang masih dalam zona merah sehingga pemerintah mengambil kebijakan untuk tetap menerapkan sistem BDR. (amy/ol)