SMPN Satap Padadita Tampil Memukau

berbagi di:
img-20190813-wa0029

Salah satu peserta karnaval. Foto: Jumal Hauteas/VN

 

 

Jumal Hauteas

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap (Satap) Padadita, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur tampil memukau dalam kegiatan karnaval menyambut HUT RI ke-74 tahun 2019. Para siswa Padadita tampil dengan sejumlah aksesoris kemerdekaan dan budaya Sumba yang kreatif.

Pantauan VN, Senin (12/8) karnaval untuk tingkat Taman Kanak-kanak (TKk), Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga SMA/SMK yang digabung dalam satu rangkaian karnaval ini dimulai dari tiga titik start yakni untuk anak-anak TKk mulai dari depan Gedung Nasional U. T. Marisi yang berjarak sekitar satu kilo meter menuju titik finish di depan rumah jabatan Bupati Sumba Timur. Sedangkan untuk tingkat SD, dimulai dari depan Taman Sandalwood yang berjarak sekitar tiga kilo meter ke garis finish dan tingkat SMP dan SMA/SMK mengambil titik star di lapangan Prailiu yang berjarak sekitar lima kilo meter ke garis finish.

Jika tahun lalu, anak-anak SMPN Satap Padadita membawa hasil kreasi seekor burung garuda berukuran besar yang dikreasikan dengan kain tenun ikat Sumba Timur, tahun ini burung garuda tetap berada dalam bagian kreasi anak-anak Padadita. Namun, tahun ini tidak hanya kain tenun, melainkan juga dirancang dalam bentuk garuda yang sesungguhnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Timur, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan berpose bersama dengan anak SMPN Satap Padadita yang membawa ornamen kebudayaan Sumba Timur dalam kegiatan karnaval dalam rangka menyambut HUT RI ke-74, Senin (12/8). Foto: Jumal Hauteas/VN
Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Timur, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan berpose bersama dengan anak SMPN Satap Padadita yang membawa ornamen kebudayaan Sumba Timur dalam kegiatan karnaval dalam rangka menyambut HUT RI ke-74, Senin (12/8). Foto: Jumal Hauteas/VN

Selain itu, sang kreator yang adalah guru PTT mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah tersebut, Kornelis Ranjawali menambah sejumlah kreasinya yakni gaun kemerdekaan yang secara keseluruhan berwarna merah putih, lengkap dengan gambar jantung dan angka 74, sebagai tanda peringatan HUT RI ke-74 tahun ini, kemudian ada juga tanduk kuda berukuran raksasa, sebagai bagian dari simbol budaya adat Sumba, gambar-gambar motif pada kain tenun ikat Sumba, hingga gambar kupu-kupu berukuran raksasa, yang juga dibalut dengan kain tenun ikat Sumba Timur.

Kepada VN, di garis finish, sang kreator yang akrab disapa Onel Retang ini menuturkan, sebagai bagian dari rasa syukur untuk perayaan HUT kemerdekaan RI yang ke-74, dirinya kembali menggugah masyarakat Sumba Timur, untuk berkreasi dengan kekayaan budaya dan alam Sumba Timur. Karena faktanya saat ini, lebih banyak orang luar Sumba Timur yang sedang berkreasi dan mengeksploitasi kekayaan budaya Sumba Timur, sedangkan anak-anak Sumba Timur lebih banyak duduk berpangku tangan dan menjadi penonton setia.

“Saya mengangkat nilai budaya Sumba Timur, karena saat ini kita lebih banyak menonton orang luar berkreasi dengan budaya kita. Jadi saya sekaligus mengajak saudara-saudara sebagai anak Sumba Timur untuk berhenti menjadi penonton, dan marilah kita yang mengerti budaya kitalah yang mengeksplorasinya, sehingga mampu mempertanggung jawabkan kepada orang lain, saat ditanya makna dari setiap karya budaya kita,” tegasnya.

Kepala Sekolah SMPN Satu Atap Padadita, Zadrak Mesak Ratu dan salah seorang guru pada SMPN Satap Padadita, Dahlia Hae kepada VN, Senin (12/8) di sela-sela perjalanan menjelaskan, semua kreasi ini murni ide dari Onel Retang yang juga adalah salah satu guru di SMPN Satap Padadita, dan pihaknya hanya memberikan dukungan untuk mewujudkan semua ini.

Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora dan Umbu Lili Pekuwali, serta Ketua Pengadilan Negeri Waingapu, Richard Edwin Basoeki berpose bersama anak-anak SMPN Satap Padadita yang membawa miniatur burung garuda berhiaskan kain tenun ikat Sumba Timur pada acara karnaval dalam rangka menyambut HUT RI ke-74, Senin (12/8). Foto: Jumal Hauteas/VN
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora dan Umbu Lili Pekuwali, serta Ketua Pengadilan Negeri Waingapu, Richard Edwin Basoeki berpose bersama anak-anak SMPN Satap Padadita yang membawa miniatur burung garuda berhiaskan kain tenun ikat Sumba Timur pada acara karnaval dalam rangka menyambut HUT RI ke-74, Senin (12/8). Foto: Jumal Hauteas/VN

Karena sebagai bagian dari perayaan HUT kemerdekaan RI dan adanya karnaval ini, pihaknya benar-benar ingin menampilkan yang terbaik, dengan menggali dan melahirkan kreasi-kreasi yang hebat, dengan tidak mengabaikan kekayaan budaya Sumba Timur. Karenanya, semua ini dilakukan sejak masuk tahun ajaran baru, dan hasilnya sungguh luar biasa.

“Kita lahir dari budaya, sehingga untuk merayakan kemerdekaan Indonesia, tidak salah kalau mempromosikan nilai-nilai budaya. Hal ini sejalan dengan salah satu misi sekolahnya yakni meningkatkan kreasi budaya,” jelas Zadrak.

Tidak kalah menariknya, anak-anak SMP Katolik Anda Luri juga tampil dengan sejumlah kreasi alat musik dan tarian dalam karnaval tahun ini. Bahkan anak-anak Anda Luri juga tampil dengan perkusi yang luar biasa, yang menjadi satu-satunya dalam karnaval tahun ini. Dimana dalam perkusi ini, anak-anak menggunakan sejumlah barang bekas yang diperintah dengan cat merah-putih, yakni mulai dari galon bekas, botol bekas air mineral, botol kaca, kaleng bekas, hingga ember plastik, semuanya dijadikan alat untuk memainkan sejumlah instrumen musik, layaknya permainan drum band.

Wakil Kepala Sekolah SMP Katolik Anda Luri, Pater Dandi Bastian, kepada VN usai melewati garis finish, menjelaskan pihaknya juga mengambil tema promosi budaya lewat tarian dan kain tenun. Karenanya, tidak hanya anak-anak yang memainkan perkusi, tetapi ada juga tim drum band dan penari yang mereka tampilkan dan semuanya menggunakan pakaian adat Sumba Timur, dipadu dengan salah satu jenis seragam sekolah tersebut.

“Kita hanya ingin menawarkan sesuatu yang lain kepada penonton, sehingga tidak sekedar jalan biasa dan drum band, tetapi juga ada perkusi dan juga tarian kreasi. Kita melakukan persiapan selama hampir dua bulan, dan hasilnya sungguh luar biasa. Terutama anak-anak yang memainkan perkusi sangat luar biasa. Karena mereka anak-anak yang cukup aktif dan agak sulit diatur di sekolah,” akunya.

Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora kepada VN di garis finish mengaku bangga dan sangat mengapresiasi anak-anak SMPN Satap Padadita yang tampil dengan kreasi yang luar biasa. Karena itu, berbagai kemajuan kreasi yang sudah ditampilkan oleh anak-anak Padadita dan sejumlah sekolah lainnya, akan dijadikan sebagai referensi untuk ke depan bisa dirancang kegiatan yang lebih besar.

“Anak-anak SMPN Satap Padadita ini setiap tahun mereka selalu tampil beda dan hebat. Kita akan jadikan ini sebagai cikal bakal untuk merancang kegiatan Waingapu Fashion Karnaval dengan menampilkan kreasi-kreasi hebat seperti yang kita saksikan hari ini (Senin, 12/8) dan juga besok (Selasa, 13/8) pada kegiatan karnaval untuk OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan juga paguyuban-paguyuban,” jelasnya.

Pantauan VN, turut hadir menyaksikan jalannya karnaval kali ini, Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, Sekda Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, Wakapolres Sumba Timur, Ketua Pengadilan Negeri Waingapu, Richard Edwin Basoeki, Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumba Timur, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Kabupaten Sumba Timur, dan sejumlah pejabat lainnya. Sementara itu di sepanjang jalan rute karnaval ini, masyarakat Kota Waingapu dan sekitarnya juga memadatinya untuk menyaksikan jalannya karnaval ini.(bev/ol)