Soal Pembatasan Premium dan Solar, Pertamina Kupang jangan “Cuci Tangan”

berbagi di:
solar habis

 

SOLAR HABIS: Warga Kota Kupang melakukan pengisian BBM jenis pertalite karena premium habis. Bahkan sebelah SPBU Oepura tertulis keterangan solar habis. Gambar diambil Rabu (5/8). Foto:Stef Kosat/vn.

 

 

Stef Kosat

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) harus transparan menjelaskan kepada publik pembatasan distribusi BBM jenis solar dan premium yang diberlakukan kepada SPBU-SPBU dalam Kota Kupang.

Hal itu perlu dilakukan karena seringnya terjadi kehabisan solar dan premium subsidi menyebabkan pengelola SPBU yang dituding sengaja menyimpan solar/premium agar masyarakat membeli pertalite, pertamax, atau Dexalite.

“Pertamina jangan cuci tangan, seolah-olah pengelola SPBU yang membatasi solar dan premium sehingga masyarakat tidak kebagian. Jangan lepas tanganlah!. Atau kalau mau tonjolkan Pertalite dan Pertamax maka Pertamina yang perlu sosialisasi. Karena masyarakat tidak pernah mengeluh ke PT Pertamina baik di Tenau maupun Surabaya. Tetapi masyarakat menumpahkan kekesalan mereka ke pengelola SPBU,” tegas pengawas SPBU Silvya Kupang Yusuf Radjakana yang ditemui VN di stasiun tersebut Rabu (5/8) pagi.

Menurut Yusuf, terlepas dari tindakan itu adalah cara PT Pertamina NTT untuk mengalihkan masyarakat menggunakan pertalite atau pertamax, SPBU sebagai penyalur tidak tahu. Karena premium dan solar itu BBM subsidi, yang sudah seharusnya dinikmati masyarakat kecil dan tidak boleh dibatasi.

“Masyarakat menuduh pengelola SPBU sengaja agar mereka (masyarakat) mebeli pertalite dan pertamax. Padahal Pertamina yang membatasi kuota solar dan premium, bukannya SPBU yang minta pembatasan penjualan,” paparnya dengan nada serius.

Ia menjelaskan, sebelumnya kalau SPBU minta 24 KL langsung dikasih tanpa dibatasi tapi sekarang sudah sebulan lebih dibatasi. Tidak pernah ada kesepakatan antara pengelola SPBU di Kota Kupang dan PT Pertamina untuk pembatasan. Jadi jangan berdalih bahwa ada persetujuan dari pihak pengelola SPBU untuk pembatasan.

SPBU Silvia, lanjut Yusuf, hanya diberi kuota BBM subsidi premium 16 KL dan solar 8 KL. Dengan kuota seperti ini, maka tentunya tidak bisa melayani semua masyarakat.

Ia mengaku, konsumen SPBU Silvia datang dari Tablolong, Kabupaten Kupang bagian barat. Padahal masyarakat Kota Kupang seperti Naikolan, BTN, Kolhua, Oepura semua mengarah ke Silvia. Standar tampung SPBU Silvia 24 KL,” jelas Yusuf.

 

Kadang tidak Dikirim

Petrus, operator SPBU Pasir Panjang mengaku dalam seminggu SPBU tempat ia bekerja kadang tidak mendapat pasokan premium dan solar karena Pertamina membagi sesuai jadwal dengan cara menggilir SPBU satu per satu dalam kota.

“Tangki SPBU (Pasir Panjang) mampu menampung solar dan premium sebanyak 16 KL. Tapi Pertamina hanya memberi 8 KL saja baik solar maupun premium. Sehingga jika habis, maka harus menunggu pengiriman berikut,” jelasnya.

Iin Gaspers, Bagian Pengawasan SPBU Oepura yang satu managemen dengan SPBU Oesapa mengatakan bahwa pihaknya meminta sesuai kuota tangki penampungan yang dimiliki, yaitu 24 ton.

“Pertamina yang kurangi stok solar maupun premium. Apa alasannya, beta kurang tahu. Kami biasanya sehari menjual 10 ton premium dan 5 ton solar per hari. Tetapi saat ini sudah dibatasi hanya 8 ton saja untuk premium maupun solar,” beber Iin.

Katarina, operator SPBU Bimoku juga menjelaskan bahwa SPBU Bimoku mempunyai tangki penampungan berkapasitas 24 ton. Tetapi, lagi-lagi Pertamina hanya memberi 8 ton premium dan 8 ton solar.

Ditanya apakah pembatasan atas kesepakatan bersama, Katarina mengaku tidak. Ketika pihaknya mempertanyakan alasan, ia mengaku Pertamina hanya mengatakan saat ini ada pembatasan 8 ton.

Sementara itu, Ahmad Tohir selaku Sales Area Manager Reatil Pertamina MOR V Cabang NTT bos Pertamina Cabang NTT yang dikonfirmasi VN Selasa (4/8) malam lewat ponsel, dengan tegasi mengaku tidak ada masalah dalam distribusi. Bahkan dengar nada sedikit sinis menegaskan bahwa tidak terjadi kelangkaan atau pembatasan.

Namun setelah koran ini merilis keluhan dari tiga SPBU, saat dikonfirmasi lewat WA pada Rabu (5/8) pagi, beredar rumor bahwa Pertamina langsung mengirimkan surat pemberitahuan kepada pengelola SPBU dan memyampaik pembukaan SPBU.

Humas PT Pertamina Cabang Surabayabalinusra, Ahad Rehadi ketika dikonfirmasi VN mengatakan Pertamina melayani pengiriman produk BBM ke SPBU sesuai dengan permintaan dari pengelola masing SPBU. (yan/D-1/ol)