Sophia, Produk Intelektual dari Peneliti dan Pemprov NTT

berbagi di:
img-20191114-wa0002

Gubernur VBL saat melaunching Mamuli Science Technology and Inovation Center Nusa Tenggara Timur. Foto: Putra/VN

 

 

Putra Bali Mula

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat sebut minuman keras khas NTT, Sophia, sebagai produk intelektual terbaik dari peneliti dan Pemerintah NTT.

Hal ini disampaikan Viktor Laiskodat pada Kamis ini (14/11) di halaman Museum Daerah NTT saat melaunching kegiatan Mamuli Science Technology and Inovation Center Nusa Tenggara Timur dari Kemeristekdikti.

Viktor mengaku sempat membandingkan kualitas rasa Sophia dengan arak Taiwan maupun Korea Selatan yang dibawa dalam pameran pariwisata World Travel Market (WTM) di London beberapa waktu lalu.

“Pameran di London saya membawa hasil penelitian kami yaitu alkohol asli NTT, namanya Sophia. Anak-anak tidak boleh minum itu. Ini untuk dijual ke orang-orang luar,” ungkapnya.

Ia mengklaim bahwa Sophia merupakan karya cerdas dari Pemerintah NTT dan diakui oleh Korea Selatan dan Taiwan.

“Ini hasil karya orang pintar. Jadi hasil dari karya orang pintar pasti orang lain senang tapi kalau buatan orang bodoh masuk pun (ditelan) kita tidak mampu,” ujarnya.

Viktor Bungtilu Laiskodat juga mengklaim bahwa minuman keras asli NTT tersebut diapresiasi dua oleh deputi Korea Selatan dan Taiwan beberapa waktu lalu di London.

Viktor menjelaskan, dalam kesempatan tersebut ada kesempatan dimana Pemerintah NTT sempat saling tukar  minuman beralkohol dengan dengan Taiwan dan Korea Selatan.

Kemudian masing-masing deputi dari dua bangsa ini mengaku meminta untuk mencoba Sophia kembali sedangkan Viktor mengaku tidak ingin mencoba miras dari dua bangsa tersebut kembali.

“Ada deputi dari sebuah kementrian mereka. Mereka tanya apa benar ini minuman asli East Nusa Tenggara dan saya mengiyakan bahwa ini hasil penelitian kami, lalu mereka bilang mau tambah lagi. Saya bilang silakan tapi jangan marah punya kalian saya tidak mau lagi karena susah kita telan,” ceritanya kembali.

Ia sendiri mengatakan dirinya akan terus-menerus melakukan peningkatan riset dan penelitian di NTT sesuai janji kampanye saat maju sebagai Gubernur NTT.

Menurutnya, melalui riset dan penelitian ilmiah yang bermanfaat bagi banyak orang maka dengan sendirinya akan mengangkat harkat dan martabat seseorang maupun daerah di mata dunia.

“Bagaimana kita menunjukkan bahwa setiap orang, setiap negara, setiap manusia dihormati karena ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibuatnya,’

Hasil penelitian lainnya yang menurutnya telah dikembangkan Pemerintah NTT adalah garam. Ia mengatakan bahwa garam di NTT memiliki kualitas NaCL terbaik hingga 96 persen.

Hal tersebut melalui berbagai kajian dan riset mendalam untuk membuat laut NTT menghasilkan NaCL kualitas tinggi tersebut.

Ia mengatakan ke depannya Pemerintah NTT akan berusaha mengembangkan produk budidaya pertanian yang dapat bertahan lama untuk kepentingan ekspor ke luar negeri.

Kegiatan itu Peragaan IpteK NTT itu sendiri merupakan kegiatab dari Kemeristekdikti melalui Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) yang digelar di Aula Museum Daerah NTT.

Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan Teknologi (PP-IPTEK), Mochammad Syachrial Annas. Selain itu tampak, Wakil Wali Kota Kupang Herman Man dan Forkopimda NTT. Hadirin lainnya adalah masyarakat, guru dan pelajar SD se-Kota Kupang yang hadir saat itu. (bev/ol)