Sopir Travel belum Untung jika belum Mangkal di Jalan Timor Raya

berbagi di:
img-20210301-wa0034

Beberapa travel yang parkir dan mangkal di jalan Timor Raya menunggu penumpang. Foto:Yosi/vn.

 

 

 
Yosi Kameo

 

 
BANYAKNYA transportasi travel yang mangkal di pinggir Jalan Timor Raya, tepatnya setelah lampu merah Oesapa ke arah Tarus menimbulkan keresahan tersendiri bagi pengendara lain dan warga sekitar.

Diketahui, travel-travel yang mangkal di tempat tersebut tidak hanya memanfaatkan momen untuk mengambil jatah penumpang Bus, tetapi juga mengambil lahan parkir pengendara lain.

Saat ditemui VN, Senin (1/2), beberapa sopir travel yang sedang mangkal di lokasi itu mengaku bahwa mereka sendiri tidak mengetahui harus mencari tempat lain untuk mangkal. Mereka juga mengungkapkan, lokasi yang strategis (sesudah lampu merah Oesapa), menjadi tempat yang pas untuk mencari penumpang.

“Kalau mau cari tempat di mana. Di sini su yang strategis. Cepat dapat penumpang.” Kata salah satu sopi travel yang tidak menyebutkan namanya.

Meski begitu, dia mengaku bahwa penumpang travel bisa memesan travel lewat telpon tanpa harus datang ke tempat travel mangkal. “Biasanya bisa telpon, atau WA nanti katong pi jemput di dong (penumpang travel) pu tempat.” Ujarnya.

Namun, cara seperti itu, tambahnya, tidak membawa keuntungan besar. “Kadang sonde ada pesanan. Jadi katong datang di sini. Lebih untung.” Tambahnya.

Keuntungan tersebut, dia bilang, terjadi karena proses mencari, menemukan, dan melakukan tawar menawar dengan penumpang berlangsung lebih cepat.

“Di sini dapat penumpang lebih cepat. Kalau tunggu pesanan, pesanan sonde ada, nah kapan su dapat untung. Di sini tempat katong dapat penumpang lebih cepat.” Tandasnya.

Senada dengan itu, sopir travel lain, Roy, membenarkan keuntungan yang lebih besar saat menunggu penumpang di lokasi sesudah lampu merah Oesapa.

Meski begitu, ia mengaku bahwa kurangnya pesanan yang membuatnya memilih untuk mangkal. “Ya, mau karmana ju. Sonde ada pesanan jadi katong tunggu disini,” tandasnya.

Sampai berita ini di-posting, Kadis Perhubungan Kota Kupang belum berhasil dikonfirmasi. (Yan/ol)