Sosialisasi Program BP Jamsostek Kepada Honorer Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sikka

berbagi di:
img-20200915-wa0027

 

 

BPJAMSOSTEK Cabang Perwakilan Sikka Maumere berikan berikan sosialisasi kepada Pegawai Non ASN Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka yang dihadiri oleh Kepala Disnakertrans Kab Sikka serta pegawai Non ASN, Selasa (14/9).

 

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sikka Bapak Germanus Goleng dalam kata sambutannya mengatakan kami berterima kasih kepada BP Jamsostek yang telah memberikan waktunya untuk memberikan penjelasan setiap detail dari Program BP Jamsostek, yang namanya kita kerja apapun risikonya pasti ada, hanya kita harus sebisa mungkin untuk meminimalisir risiko tersebut,  ungkapnya.

 

Dalam kesempatan yang sama Kepala Kantor Cabang Perwakilan Sikka Maumere Hendrikus Weki memberikan apresiasi kepada Disnakertrans Kab Sikka yang telah memberikan waktunya kepada kami untuk memberikan penjelasan terkait program BP Jamsostek. Manfaat yang akan diterima setiap peserta BP Jamsostek sesuai amanah Undang-undang Nomor 24 Tahun 2014 yang dituangankan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

 

Program Jaminan Kecelakan Kerja yang biasa disebut JKK memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yang terjadi. Risiko kecelakaan kerja yang dimaksud termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan pergi, pulang dan di tempat kerja serta perjalanan dinas, serta penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

 

Biaya perawatan dan perobatan karena kecelakaan kerja ditanggung tanpa batas, sesuai kebutuhan medis. Perawatan dan perobatan yang dimaksud adalah berupa penanganan, termasuk komorbiditas dan komplikasi yang berhubungan dengan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja antara lain: pemeriksaan dasar dan penunjang; perawatan tingkat pertama dan lanjutan;  rawat inap dengan kelas ruang perawatan yang setara dengan kelas I rumah sakit pemerintah;  perawatan intensif (HCU, ICCU, ICU);  penunjang diagnostik;  pengobatan dengan obat generik (diutamakan) dan/atau obat bermerk (paten); alat kesehatan dan implant;  jasa dokter/medis;  operasi;  transfusi darah (pelayanan darah); dan  rehabilitasi medik.

 

Selain itu, tenaga kerja akan mendapatkan santunan uang berupa seperti penggantian biaya pengangkutan peserta yang mengalami kecelakaan kerja/penyakit akibat kerja, ke rumah sakit dan/atau ke rumahnya, termasuk biaya pertolongan pertama pada kecelakaan; Untuk angkutan darat/sungai/danau diganti maksimal Rp5.000.000,– (lima juta rupiah), angkutan laut diganti maksimal Rp2.000.000 (dua juta rupiah) dan angkutan udara diganti maksimal Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

 

Selama tenaga kerja tidak mampu bekerja diberikan santunan STMB (Sementara Tidak Mampu Bekerja). Santuan ini akan diberikan kepada tenaga kerja sebagai pengganti upah yang diberikan selama tidak mampu bekerja sampai tenaga kerja sembuh atau cacat sebagian anatomis atau cacat sebagian fungsi atau cacat total tetap atau meninggal dunia berdasarkan surat keterangan dokter yang merawat dan/atau dokter penasehat. Santunan STMB diberikan 100% untuk 12 bulan pertama dan bulan ketiga dan seterusnya sebesar 50% dari upah.

 

Masih banyak lagi santunan dalam program JKK. Dalam hal kecelakaan kerja bisa menyebabkan cacat fungsi atapun cacat anatomis, santunan cacat akan dibayarkan sesuai jenis dan besar persentase kecacatan yang dinyatakan oleh dokter yang merawat atau dokter penasehat yang ditunjuk oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI setelah peserta selesai menjalani perawatan dan pengobatan. Tabel kecacatan diatur dalam Lampiran III Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

 

Santunan Kematian bukan karena Kecelakaan Kerja berupa manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Total manfaat diterima sebesar Rp 42 juta dengan rincian: santunan kematian sebesar Rp 20 juta ditambah santunan berkala 24 bulan sebesar Rp12 juta yang dibayar sekaligus dan biaya pemakaman sebesar Rp10 juta.

 

Disamping itu, BP Jamsostek memberikan beasiswa kepada anak bagi peserta yang meninggal dunia bukan akibat Kecelakaan Kerja dan yang telah memiliki masa iur paling singkat 3 tahun. Besaran beasiswa bisa mencapai Rp 174 juta.

 

Dalam kesempatan terpisah Kepala BP Jamsostek NTT Armada Kaban menyampaikan kesiapan jajaranya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya peserta BP Jamsostek. Semua pekerjaan memiliki risiko, risiko hanyalah factor waku, kapan dan dimana kita berada, kita tidak tahu. Disamping itu kita harus mengatasinya dan disitulah pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. (*/ol)