Stok BBM Menipis, Harga Bensin Melonjak

berbagi di:
img-20191008-wa0017

 

 

Frengky Keban

Stok persediaan BBM di beberapa SPBU di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur membuat harga BBM naik. Kenaikan harga BBM paling tinggi adalah bensin.

Pantauan VN, sejak Senin malam hingga Selasa (8/10) pagi harga bensin yang biasanya dihargai Rp 15.000 per botol naik hingga Rp 50.000 per botol. Hal ini membuat sejumlah pengendara memutuskan mengantri BBM sejak dini hari di dua SPBU di Kota Tambolaka.

Di SPBU Radamata misalnya antrian kendaraan masuk sangat padat begitupula dengan SPBU Taworara. Masih banyak kendaraan yang mengantri untuk pengisian BBM di SPBU tersebut. Tampak pula beberapa pedagang eceran yang sedang melakukan pengisian kembali bensin dalam botol-botol untuk dijual kembali kepada para pengendara.

Kepada VN, sejumlah pengguna BBM mengakui adanya kesulitan dalam memperoleh BBM khususnya bensin.

“Iya memang langka. Terakhir kemarin harganya sampai Rp. 50.000 per botolnya,” kata Edi Bayo, warga Wewewa Barat kepada VN.

Edi mengaku harus mengantri sejak pagi hanya untuk mendapatkan BBM demi keperluan pekerjaannya.

Ia berharap kelangkaan bensin tidak berlangsung lama.

Warga lainnya, Edi Beren pun mengakui hal tersebut. Baginya BBM kini merupakan salah satu kebutuhan sekunder masyarakat yang mestinya ada. Tidak heran saat BBM langka banyak masyarakat yang merasa frustrasi.

“BBM itu penunjang yang mestinya ada. Tidak bisa tidak. Saat langka semua termasuk saya frustrasi. Kita tidak bisa kemana-mana. Mau beli harganya begitu mahal. Tentu ini harus jadi perhatian serius semua pihak,” katanya.

img-20191008-wa0016

Ia bahkan menyebut kelangkaan BBM semacam ini harus jadi pelajaran untuk membenahi sistem pengaturannya seperti membatasi para penjual eceran yang kini marak ada di SBD.

Sementara, pengawas SPBU Radamata, Lusi saat dikonfirmasi mengaku kelangkaan BBM ini diakibatkan terlambat masuknya kapal tanker penyuplai BBM ke depot Sumba Timur.

Pihaknya sejak beberapa hari terakhir hanya bisa melayani BBM jenis bensin dengan stok yang sangat terbatas.

“Pasokan BBM dari Depot Waingapu terhambat. Khusus untuk BBM jenis Petralite dan Petramax, pasokan ke Sumba Barat Daya terhenti selama 3 hari kerja terhitung tanggal 3-6 Oktober 2019. Sementara itu premium tetap masuk sesuai kuota yakni 8.000 liter sehari. Kondisi ini menyebabkan pihak kami melakukan pelayanan premium saja sehingga jumlah yang seharusnya cukup untuk konsumen di Sumba Barat Daya menjadi kurang akibat para konsumen Petralite dan Petramax terpaksa beralih ke premium,”ungkapnya. (bev/ol)