Stok Pupuk di Rote sudah Tersedia

berbagi di:
??

Salmun Haning, Kadis Pertanian Rote Ndao. Foto: Frangky/VN

 

 

 

Frangky Johannis

Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur memastikan stok pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam awal tahun 2020 aman.

Kepada VN di kantornya, Senin (13/1), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao Salmun Haning menjelaskan, sesuai laporan dari Distributor CV Suara Mas, pupuk sudah ada di gudang. Sehingga, penyalur resmi di seluruh kecamatan sudah dapat menebus ke distributor sesuai kuota per wilayah operasional yang telah ditetapkan.

Salmun menjelaskan, stok pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2020 untuk petani Rote Ndao sesuai SK Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT tertanggal 6 Januari 2020, adalah Urea 4.500 ton, SP-36 700 ton, ZA 150 ton, NPK 5.000 ton, dan Organik 800 ton.

Sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di tingkat pengecer resmi ditetapkan Urea Rp1.800/kg, SP-36 Rp2.000/kg, ZA Rp1.400/kg, NPK Rp2.300/kg, dan Organik Rp500/kg.

“Sesuai ketentuan, penyalur pupuk diwajibkan menebus stok untuk musim tanam awal tahun 2020 ke distributor, sehingga pada saat petani membutuhkan untuk dilakukan penaburan pupuk, petani langsung membeli ke penyalur yang ada di setiap kecamatan dan tidak perlu lagi datang ke distributor di Ba’a,” katanya.

Salmun menjelaskan, dalam menjamin distribusi pupuk bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, Pemerintah Pusat hingga daerah telah menerapkan sistem distribusi Pupuk Bersubsidi secara tertutup dengan mempergunakan sistem distribusi sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Ia berharap dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan, seluruh stakeholders berperan aktif dalam memonitoring agar pupuk bisa sampai ke tangan petani dengan prinsip 6T, yakni tepat tempat, tepat harga, tepat jumlah, tepat mutu, tepat jenis, dan tepat waktu.

“Kami berharap komitmen bersama seluruh stakeholders, terutama distributor dan penyalur resmi untuk terus bersinergi mengedepankan kepentingan petani demi kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi khususnya di wilayah Rote Ndao secara optimal,” imbuhnya.

Ketua Kelompok Tani Oebak, Dusun Sambuku, Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, Stefanus Kiak, mengatakan kelompoknya yang tahun 2019 lalu mendapat bantuan pengolahan lahan seluas tiga hektare telah siap untuk ditanam.

Namun, kata dia, kondisi curah hujan yang belum memungkinkan untuk dilaukan penanaman, merasa senang dengan ketersediaan pupuk yang sudah ada di gudang distributor saat ini.

“Walaupun dengan curah hujan yang belum merata sehingga musim tanam akan sedikit bergeser, akan tetapi dengan pupuk yang sudah tersedia di gudang distributor itu melegakan hati kami para petani karena tidak takut lagi terjadi kelangkaan pada saat dibutuhkan,” katanya singkat. (enq/S-1)