Sudah Dua Minggu, Ayam di Pasar Alok Kosong

berbagi di:
screenshot_2020-07-09-21-57-27-02

Kondisi puluhan lapak penjual ayam potong yang ditutup di pasar Alok Maumere, Rabu (8/7) siang. Foto: Yunu/VN

 

 

 

Yunus Atabara

Selama dua pekan terakhir, ayam potong kosong di pasar-pasar dalam Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.

Sampai sekarang, PT Mitra belum memasok ayam untuk pedagang. Akibatnya, puluhan pedagang kehilangan penghasilan dan merugi.

Mery (45), salah seorang pedagang ayam potong yang ditemui VN, Rabu (8/7) siang di Pasar Alok mengatakan, sampai saat ini kondisi ayam di PT Mitra selaku distributor ayam potong di Kabupaten Sikka kosong.

Berdasarkan informasi dari PT Mitra, ayam potong akan kembali ada minggu depan.  Masa pandemi Covid-19 menyebabkan PT Mitra kesulitan mendatangkan bibit ayam dan pakan.

“Sudah 2 minggu lebih ayam kosong. Selama ini kami semua ambil ayam potong di PT Mitra, tapi saat ini kosong. Kami rugi, karena kehilangan pendapatan. Selama ini kami nganggur saja di rumah,” kata Mery yang dibenarkan oleh rekannya.

Menurut Mery, dua minggu sebelum ayam kosong di Pasar Alok, harga ayam sempat melambung hingga Rp 130 ribu sampai Rp 150 ribu per ekor di pasaran. Hal itu akibat kenaikan harga ayam yang diambil dari PT Mitra.

“Kami hanya untung 5 ribu sampai 10 ribu rupiah saja per ekor,” ujarnya.

Salah seorang pengusaha ayam potong, mitra dari PT Mitra di Maumere yang tidak mau namanya disebutkan saat ditemui VN mengatakan, ayam miliknya sebanyak 3 ribuan ekor sudah berumur 36 hari. Tetapi sampai saat ini PT Mitra belum ambil.

“Biasanya 28 hari sudah bongkar. Tapi ini sudah 36 hari dari perusahaan (PT Mitra) belum datang bongkar. Kami masih tunggu dari perusahaan datang panen,” ujarnya.

Ia menjelaskan hingga saat ini kisaran per ekor ayam di kandangnya sudah mencapai 1,5 hingga 2 kg bahkan lebih. Kendati demikian pihaknya tidak berani bongkar atau jual, karena seluruh bibit, pakan dan obat berasal dari PT Mitra.

Secara terpisah, Ketua Fraksi NasDem Sikka, Alexander Agato Hasulie meminta pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sikka untuk menelusuri kelangkaan ayam potong di pasar pasar tradisional di Maumere.

“Kelangkaan ayam potong di pasar-pasar ini, harus ditelusuri oleh pemerintah. Jangan sampai ada permainan monopoli harga ayam potong di pasaran,” ungkapnya. (bev/ol)