Susanti Ndapataka: Jangan Abaikan Proses

berbagi di:
1617270653069

 

Susanti Ndapataka
Atlet Muaithay NTT

 

 

 

NAMA Susanti Ndapataka tidak asing di cabang olahraga Muaythai Nasional. Atlet Pelatnas ini menjadi yang terbaik di kelasnya U-57 kg putri. Selama bertanding di kelas itu pada level nasional, beberapa tahun terakhir, namanya selalu tercatat sebagai pemenang.

Baru-baru ini dengan biaya sendiri dan tanpa pelatih yang mendampinginya, Atlet Muaythai PON NTT ini harus menelan kekalahan pertamanya di Final pada ajang Kejuaraan Nasional IX dan Liga Nasional Seri XI Muaythai di Kendari, Silawesi Tenggara, yang digelar 22 Maret hingga 27 Maret lalu.

“Meski kalah di final secara kontroversial, saya tetap bangga karena bertanding sendirian tanpa pelatih saya, Angga,” ujar wanita kelahiran Oelmasi, Kabupaten Kupang, 11 Agustus 1998.

img-20210331-wa0032

Menurut Uchan, demikian ia disapa, ia baru mengenal Muaythai tahun 2017 lalu. “Awalnya saya adalah atlet tarung derajat. Saya gabung Muaythai saat saya ditawar langsung sama pelatih Muaythai Angga Silitonga untuk dipersiapkan selama tiga minggu untuk ikut Kejurnas Muaythai 2017 di Bogor,” ujar putri psangan Maskur Ndapataka dan Almarhumah Fatimah Kopong ini.

Meski berasal dari cabang olahraga lain, semua proses berlatih, niat dan dukungan orangtua serta keluarga membuat atlet yang menargetkan medali emas di PON mendatang itu menjadi yang terbaik. Sebut saja beberapa prestasi nasional yang sudah digenggamnya, seperti Juara I Tarung Bebas Indonesia 2018, Juara 1 praPON muaythai 2019, dan Juara II kejurnas Muaythai 2021.

“Seperti yang kita tahu, tidak gampang meraih sebuah keberhasilan sampai ke puncak teratas, apalagi dalam bidang olahraga beladiri. tetapi kembali lagi, semua itu tergantung proses. Proses itu menentukan kita untuk mencapai puncak,” ujar atlet Muaythai yang hobi Futsal ini.

Kepada adik-adik atletnya yang sedang berusaha meraih prestasi di cabang olahraga apa saja dia mengaku untuk membuang jauh rasa malas. “Musuh terberat dalam berlatih adalah Melawan Rasa Malas. Jika kamu mampu mengalahkannya, kamu akan tumbuh menjadi sang juara. Jadi jagan pernah malas dalam berlatih, ikuti prosesnya. Pasti kalian punya kesemaptan berada di posisi ini, menjadi juara. Intinya, semangat berlatih dan ikuti proses,” pungkasnya. (Paskal Seran/Yan/ol)