Swiss-Bellin Kristal Kupang Pekerjakan Kembali Karyawan

berbagi di:
img-20200615-wa0019

Salah satu karyawan Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang berseragam APD lengkap saat memberikan salam kepada pengunjung. Foto: Kekson/VN

 

 

 

Kekson Salukh

Hari pertama new normal di Provinsi NTT, Hotel Swiss-Bellin Kristal Kupang mempekerjakan kembali 50 persen karyawan yang sempat dirumahkan beberapa waktu lalu akibat pandemi Covid-19.

“Iya benar, beberapa waktu lalu karyawan kita dirumahin sesuai kebijakan manajemen akibat pandemi Covid-19 dan lesunya pertumbuhan ekonomi. Karyawan akan dipekerjakan kembali secara bertahap,” ujar Marketing Communication Swiss-Belinn Kristal Kupang, Bernadeth Helena Ayuningrum kepada VN di kantornya, Senin, (15/6).

Tahap pertama, lanjut Helena, 50 % karyawan yang dipekerjakan khusus yang bertugas di departemen front office, housekeeping, dan kitchen untuk pengolahan makanan.

Salah satu tamu saat melakukan registrasi di front office hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang
Salah satu tamu saat melakukan registrasi di front office hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang

Terkait jam kerja karyawan di era new normal, Helena mengaku sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati antara manajemen dan karyawan.

“Nanti kita tambahin perlahan-lahan jika kondisi kunjungan tamu sudah mulai normal. Jam kerja sesuai kontrak, ada yang delapan jam, dan ada yang dua belas jam.” ujarnya.

Menurut Helena, saat ini hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang hanya menerima kunjungan tamu lokal, lantaran masih adanya kebijakan pemerintah yang melarang kunjungan tamu asing atau tamu internasional.

Pelayanan di Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang saat ini, ungkap Helena,  menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan masker bagi tamu, tempat cuci tangan, bilik disinfektan untuk sterilisasi tubuh, dan pengecekan suhu tubuh.  Tamu pun diminta untuk menjaga jarak saat berada di hotel.

“Kami hanya menerima tamu lokal saja, karena penerbangan belum normal dan ada kebijakan pemerintah yang masih melarang kunjungan tamu asing atau tamu internasional. Semua pengunjung diminta untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, meja dan kursi di restoran¬† pun kami kurangi lima puluh persen. Kamar pun tidak menggunakan buku menu lagi tetapi semua pelayanan kamar menggunakan sistem kode QR demi mencegah penularan Covid-19 untuk tamu. Kami benar-benar menjamin kenyamanan dan keamanan tamu.” tutupnya.

Terpisah, Assisten Front Office Manager Sahid T-More Hotel Kupang, Decky Tena yang dihubungi VN melalui telepon selulernya mengaku jika manajemen hotel belum mempekerjakan karyawan lantaran okupansi hotel belum normal.

“Sepertinya belum bisa (pekerjakan kembali karyawan) pak, karena kondisi pulihnya belum seratus persen. Memang sudah new normal tetapi belum normal seratus persen untuk bidang perhotelan. Masih belum bisa untuk mempekerjakan kembali, bulan depan pun sepertinya belum bisa. Sampai betul-betul normal baru kita pekerjakan kembali.” ungkapnya.

Meski demikian, menurut Decky, sejak dibuka kembalinya penerbangan dari dan ke Bandara El Tari Kupang, okupansi Sahid T-More Hotel Kupang sudah membaik dibanding okupansi saat bulan Mei.

“Kalau kenaikan okupansi hotel itu belum setiap hari, pangsa pasar setiap hotel itu berbeda. Kami kan kerjasama dengan beberapa Air Lion sehingga kalau penerbangan dibuka kembali maka tentunya ada beberapa seat yang bakal nginap di kami dan memberikan sedikit kontribusi bagi hotel. Okupansi lain itu berasal dari beberapa perusahaan swasta yang sudah terikat kerjasama dengan kami sehingga memberikan sedikit sumbangsih bagi hotel,” ujarnya.

Terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Decky menambahkan, karyawan Sahid T-More Hotel sudah menerapkan secara baik seperti penggunaan masker, sarung tangan dan pengecekan suhu tubuh bagi seluruh tamu yang datang di hotel. (bev/ol)