Syarat Sekolah Tatap Muka Perlu Dicerna Dengan Baik

berbagi di:
screenshot_2020-11-21-12-43-10-49

 

 

 

Kekson Salukh

Syarat pembukaan sekolah tatap muka yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) perlu dicerna secara baik oleh dinas teknis dan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi kepada VN melalui pesan WhatsApp pribadinya, Sabtu, (21/11) siang menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT maupun kabupaten pada prinsipnya tidak pernah melarang atau menghalangi desakan orang tua untuk merespon keinginan siswa untuk kembali masuk sekolah.

Namun, Dinas P dan K provinsi NTT harus membahas terlebih dahulu bersama dengan tim satgas Covid-19 tingkat provinsi untuk mengambil tindakan dengan melihat trend transmisi lokal penyebaran virus Covid-19.

“Sebagai gambaran Pemkab Ngada merespon keinginan orang tua agar para siswa masuk sekolah seperti biasa dengan pengetatan protokol kesehatan.  Disarankan segera bersurat untuk dibahas secara khusus oleh tim satgas Covid-19 dan lanjutan berpatok juga edaran dan instruksi Gubernur  terkait pembukaan sekolah.” jelas Linus yang juga Penjabat Sementara Bupati Ngada.

 

Utamakan Keselamatan Warga

Menurut Linus, intinya sekolah welcome (terbuka) terhadap desakan orang tua untuk melakukan sekolah tatap muka, tetapi dengan sejumlah syarat dan ketentuan serta keselamatan bersama harus disepakati.

Ia menambahkan, Pemkab Ngada memiliki prinsip keselamatan warga di atas segala-galanya. Soal model pendekatan pembelajaran itu masalah pilihan yang dapat dilakukan bersama sekolah dan siswa.

“Pemkab lewat Satgas kaji trend penularan dan rekomendasi sebagai suatu pertimbangan teknis dengan kedepankan keselamatan warga.” pungkasnya.

Terpisah, Mendikbud RI, Nadiem Makarim menegaskan, untuk melakukan pembelajaran tatap muka, sekolah harus memenuhi beberapa daftar periksa yang sama seperti surat keputusan bersama sebelumnya.

Berikut merupakan daftar periksa yang semuanya harus dipenuhi oleh sekolah agar bisa melakukan pembelajaran tatap muka.

 

Beberapa syarat pembukaan sekolah:

•Mendapat izin dari pemda dan Kanwil Kemenag, kepala sekolah, serta orang tua murid.

•Tingkat risiko persebaran Covid-19 di wilayah yang bersangkutan sudah diketahui oleh pemda.

•Kesiapan sekolah yang ditentukan dari pemenuhan daftar periksa. Antara lain, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, disinfektan, kesiapan menerapkan wajib masker, serta pemetaan warga sekolah yang komorbid.

•Pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas. Siswa SLB maksimal 5 orang per kelas, PAUD maksimal 5 peserta didik, serta pendidikan dasar dan menengah maksimal 18 siswa.

•Wajib menjaga jarak minimal 1,5 meter.

•Dilarang ada kegiatan olahraga, ekstrakurikuler.

•Dilarang membuka kantin sekolah. (bev/ol)