Tahanan Polres TTS Tewas Gantung Diri dalam Rutan

berbagi di:
Jenazah korban ketika dimasukan dalam mobil ambulans. Foto: Mutiara Malahere/VN

Jenazah korban ketika dimasukan dalam mobil ambulans. Foto: Mutiara Malahere/VN

 

 

Mutiara Malahere

Seorang tahanan Polres TTS bernama Felipus Olla (43) ditemukan tewas gantung diri di dalam sel tahanan. Felipus meninggal di blok khusus Masa Pengenalan Lingkungan (Mapeling) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Soe, Nusa Tenggara Timur, Senin (10/6) malam.

Warga Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS tersebut ditemukan petugas keamanan dalam kondisi tergeletak di bawah bak mandi dengan posisi tali simpul hidup terikat pada lehernya.

Kepada VN Selasa (11/6) Kepala Rutan Klas IIB Soe, Lukas Frans di ruang kerjanya menjelaskan korban berstatus sebagai tahanan Polres TTS karena kasus pencurian babi. Korban baru menjalani masa tahanan pada Rutan Soe sejak Senin (10/6) pukul 12.10 wita, namun beberapa jam kemudian sekitar pukul 19.30 wita, petugas menemukannya dalam kondisi tak bernyawa.

Pihak Polres TTS mengantarkannya ke Rutan pada pukul 12.10 wita, kemudian pada pukul 14.30 wita melakukan proses registrasi kemudian menempatkan pada Blok Tahanan Khusus Mapeling, namun usai makan makan sekitar pukul 19.30 wita petugas yang sedang melakukan patroli menemukan kaki korban yang tergeletak di lantai,” jelas Frans.

Saat melihat kaki korban yang tergeletak, lanjut Frans, petugas Rutan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada dirinya selaku pimpinan lembaga kemudian dirinya memerintahkan agar segera memanggil pihak kepolisian untuk menangani korban.

“Saya terima informasi itu langsung memerintahkan untuk menghubungi Polres TTS serta tidak menyentuh TKP agar tetap steril, kemudian sekitar pukul 21.45 wita, Tim Identifikasi bersama Dokter RSUD Soe melakukan olah TKP dan visum terhadap jasad korban, setelah itu mengevakuasinya ke RSUD Soe,” tambah Frans.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari mengungkapkan kasus korban masih tahap P-19 dengan status penyidikan.

“Hasil identifikasi tidak temukan adanya tanda kekerasan fisik pada tubuh korban dan korban meninggal karena murni bunuh diri, terlebih lagi posisi kematian korban yang mendukung unsur bunuh diri secara paksa,” tambah Jamari.

Usai olah TKP dan Visum, pihak Polres TTS langsung mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Soe kemudian sekitar pukul 23.45 wita langsung menyerahkan jenazahnya kepada keluarga korban.

“Setelah mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Soe, kami langsung menghubungi pihak keluarga korban dan menyerahkan jenazahnya serta pihak keluarga telah menerima dengan iklas kematian korban yang telah mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ujar Jamari. (bev/ol)