Tahun ini Dinas P dan K Provinsi NTT Rekrut 182 Guru Kontrak

berbagi di:
Adelino Soares Kabid Pembinaan dan Ketenagaan Dinas P dan K  Provinsi NTT
Adelino Soares
Kabid Pembinaan dan Ketenagaan Dinas P dan K Provinsi NTT

Yapi Manuleus

TAHUN ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Provinsi NTT merekrut 182 Guru Kontrak tingkat SMA dan SMK.

Demikian disampaikan Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Adelino Soares yang dikonfirmasi media ini, Jumat (7/8) sore.

Tahun ini, kata dia, terdapat penambahan guru kontrak provinsi untuk mengganti Guru kontrak yang sudah tidak aktif lagi yaitu sebanyak 182 orang.

“Kita baru selesai seleksi yaitu seleksi administrasi dan uji kompetensi sudah selesai namun karena pergantian kepemimpinan masih tunda, tapi besok atau hari senin mungkin sudah bisa diumumkan,” jelasnya.

Ada 26.317 Guru SMA/SMK di NTT

Pada kesempatan tersebut Soares juga mengatakan, di NTT saat ini terdapat 26.317 guru yang sementara mengabdi di berbagai SMA/SMK yang tersebar NTT.

“Jumlah sebanyak itu rincian Guru PNS dan teknik PNS sebanyak  8.205 orang, lalu ditambah guru kontrak provinsi sebanyak 2.343, setelah itu ada Guru tetap Yayasan yang ada di sekolah swasta sebanyak 4.069 orang,” katanya.

Selain itu, ada juga guru tidak tetap yayasan yang terdapat di sekolah swasta serta Guru Komite yang non PNS yang ada disekolah negeri.

“Jadi Guru tidak tetap yayasan dan Guru komite  sebanyak 11.604 orang. Lalu kita juga ada yang disebut dengan pengawas sekolah, dan itu hanya terdapat 96 orang sampai hari ini,” ujarnya.

Kendala Pengawas Sekolah

Kendala yang dihadapi selama ini jelas Soares yakni pengawas sekolah yang terbatas.

“Ini kendala karena mereka ini tidak hanya melakukan tugas supervisi kepala sekolah tetapi juga mereka melakukan tugas-tugas administratif lainnya karena selama ini UPT sudah dilebur dan sekarang berada di sekolah, sementara untuk melakukan supervisi akademis saja kita butuh 430-an pengawas,” katanya.

Pada tahun lalu dinas P dan K Provinsi NTT sudah melakukan seleksi   administrasi dan substansi terhadap 100 calon pengawas bersama LP2KS dari kementrian dan 87 orang dinyatakan Lulus. Sehingga pihaknya sudah merencanakan diklat tahun ini di bulan Maret namun akibat Pandemi Covid-19 tidak jadi dilakukan.

“Kita akan prioritas tahun ini tidak jadi maka tahun depan. Sehingga jumlah Guru dan tenaga pendidikan mulai dengan pengawas, kepala sekolah dan lainnya sebanyak 26.317,” ujarnya. (Yan/ol)