Tangani Covid-19, Pemkot Kupang Masih Butuh Rp 45 Miliar

berbagi di:
img-20200331-wa0086

 

 

 

Simon Selly

Pemkot Kupang masih membutuhman dana Rp 45 miliar untuk penganangan virus Corona.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man, Selasa (31/3) usai teleconference bersama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Ia menjelaskan Pemkot Kupang telah menyiapkan anggaran untuk mendukung Tim Gugus Percepatanan, Penanganan dan Pencegahan Covid-19 senilai Rp 1 miloar dan biaya dana rasionalisasi bagi bidang kesehatan khususnya Rumah Sakit Umum Daerah S.K Lerik sekitar Rp 4,5 miliar.

Ia menambahkan dalam upaya yang lebih maksimal, Pemkot Kupang sedang mengusahakan dana sebesar Rp 45 miliar untuk pengadaan 10 ruang isolasi dan fasilitas pendukung.

“Yang perlu kita cari sekarang adalah 45 M ini untuk pertama, membangun ruang isolasi lengkap dengan hepa filter sehingga udara yang keluar itu sudah bebas, yang kedua sarana alat medis guna mendukung pelayanan di ruang isolasi, ketiga kita perlu membuat rumah tunggu untuk para medis, jadi selama mereka bertugas itu mereka tidak pulang karena itu disiapkan asrama dan biaya hidup mereka, sampai penanganan kasus,” ungkapnya.

Pada teleconference, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga meminta agar Pemerintah Kota Kupang melihat kembali dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.

“Gubernur meminta kita agar penanganan dampak sosial ekonomi yang tadi beliau menyebutkan paling kurang anggarannya 13 miliar namun kita menyampaikan dengan anggaran 25,5 miliar,” tambahnya.

Selain itu, dalam anggaran Rp 45 miliar juga terakomodir penanganan dampak ekonomi masyarakat. Anggaran yang dipersiapkan bagi seluruh kelurahan Rp 25,5 miliar. Untuk mendapatkan total besaran anggaran tersebut, maka Pemkot Kupang merasionalisasi setiap proyek yang belum ditender.

“Di tiap kelurahan itu Rp 500 juta, sehingga untuk mengantisipasi 51 kelurahan itu kita mengalokasikan Rp 25,5 milkar. Jadi dari mana kita memperoleh semua dana itu, yang pertama rasionalisasi seluruh proyek kita, jadi nanti proyek-proyek yang belum ditender nanti kita akan rasionalisasi kembali, kita membatalkan seluruhnya, konsentrasi pada hal-hal yang sudah disepakati,” pungkasnya. (bev/ol)