Tanpa Jaga Jarak, Cuma Masker Jadi Andalan Penumpang Bemo

berbagi di:
img-20210126-wa0003

Salah satu penumpang lengkap dengan masker saat menumpangi bemo tujuan Oesapa. Foto: Putra/VN

 

 

 

Putra Bali Mula

Penumpang angkutan umum yang ada di Kota Kupang khususnya bemo hanya dapat mengandalkan masker, pasalnya kondisi angkutan yang tidak siap untuk mengatur jarak dan mencuci tangan.

Pantauan VN Selasa (26/1) pada beberapa bemo, para penumpang yang menggunakan jasa angkutan ini umumnya tampak memakai masker namun sayangnya bila pengguna jasa transportasi ini semakin banyak maka tidak ada lagi celah untuk menjaga jarak dalam bemo.

Saat menggunakan transportasi umum ini dari Pasir Panjang menuju Oesapa, VN mendapati tingkat kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker semakin tinggi sayangnya tidak ada pembatasan duduk antara penumpang.

Para penumpang lainnya juga tidak punya pilihan selain duduk berdesakan karena situasi hujan saat itu dimana banyak penumpang lainnya yang menggunakan jasa transportasi ini.

Sementara untuk pembayaran masih dengan cara konvensional yaitu dengan uang kertas dan logam yang berpindah dari tangan ke tangan. VN tidak mendapati adanya penumpang yang menggunakan hand sanitizer baik itu pada trayek selanjutnya yaitu Oesapa – Kupang.

Sementara petugas yang biasanya mengambil retribusi trayek tidak memeriksa protokol kesehatan.

Salah satu sopir yang tak menyebutkan namanya mengaku dalam situasi Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) biasanya angkutan umum beroperasi sampai pukul 19.00 Wita. Setelahnya mobil atau bemo dicuci di garasi dengan sabun seperti biasanya.

Penerapan prokes di dalam bus pun sama dengan kondisi bemo. Pantauan VN di terminal bayangan Oesapa tidak ada satu pun kursi yang ditandai larangan duduk untuk menjaga jarak. (bev/ol)