Tarian Pado’a Pukau Warga Oslo

berbagi di:
11

Inilah Tarian Pado’a yang dibawakan anak-anak SMAN 1 Sabu Timur tampil pada acara pembukaan Festival Indonesia di Oslo, Norwegia.

 
Festival Indonesia di Oslo, Norwegia yang dihelat KBRI secara resmi dibuka tadi malam waktu setempat. Tarian Ledo Hawu yang dibawakan para penari dari SMA Negeri 1 Sabu Timur, memukau warga Oslo yang menyaksikan malam inaugurasi tersebut.

Wartawan VN dari Oslo melaporkan, acara pembukaan yang berlangsung di Felix Conference Room Jalan Bryggetorget 3, 0250 Oslo itu dipadati para pejabat Norwegia, pemerhati pariwisata, dan warga setempat. Hadir Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Ketua Komisi II DPRD NTT Yucun Lepa, Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke, Dubes RI untuk Norwegia dan Islandia Todung Mulya Lubis dan para diplomat di KBRI Norwegia.

Taria Lede Hawu juga turut ditampilkan duta budaya NTT di Oslo.
Taria Lede Hawu juga turut ditampilkan duta budaya NTT di Oslo.

Kontingen NTT tampil pada pukul 18.30 sampai 18.55 waktu setempat tadi malam, dengan menyuguhkan dua tarian yaitu Padoa dan Ledo Hawu, serta ditampilkan pula permainan alat musik sasando oleh Izoe Nisnoni Koerniawan.
Pada malam pembukaan semalam, tarian Pado’a mendapat sambutan meriah dari para hadirin. Tepuk tangan membahana seusai para penari meninggalkan panggung. Begitu pula saat penampulan Tarian Lede Hawu juga mendapat aplaus hadirin. Selain NTT, kontingen dari daerah lain pun menbawakan tarian dari Kabupaten Musi Banyu Asin dan dari DKI Jakarta.

Para penari dan aktraksi sasando asal NTT, akan tampil pula pada acara Panggung Seni dan Budaya besok siang waktu setempat di Spiker Suppa, Oslo. Para penari akan menyuguhkan tarian lagi, yakni Hab’ba Ko’o Rai dan Pedogo Aru. Di hari terakhir festival, yakni 30 Juni, selain tarian dan alat musik sasando, dilakukan perkenalan dan promosi khusus pariwisata NTT di stand Pameran. NTT akan mempromosikan kopi dan keripik kelor (moringa), kacang mete, dendeng dan kue kelor, dan juga berbagai jenis kopi seperti, kopi Arabika dari Bajawa, Manggarai, dan Sumba. (mg-24)

 

Gubernur Sebut NTT Lebih Keren dari Norwegia

Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur VBL mengucapkan terima kasih kepada pihak KBRI Oslo yang telah mengundang Pemprov NTT.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh rakyat NTT mengucapkan terima kasih kepada KBRI di Norwegia yang telah mengundang kami ke tempat yang indah ini untuk belajar. Tapi kayaknya NTT lebih keren dari Norwegia,” ucap Viktor.

Tarian Pado'a saat acara pembukaan. Foto: Istimewa
Tarian Pado’a saat acara pembukaan. Foto: Istimewa

Namun, lanjut VBL, NTT masih kalah karena infrastrukturnya belum jadi. “Kalau infrastruktur di NTT sudah jadi, kayaknya orang tidak bakal tertarik ke Norwegia,” kata Viktor yang disambut tawa para undangan yang hadir.

Menurut VBL, kegiatan Festival Wonderfull Indonesia di Norwegia itu adalah acara yang hebat dan menjadi kebanggan buat dirinya dan rombongan. Kebanggaan yang dirasakan karena bisa membawa 12 orang anak anak SMA I Sabu Timur, yang baru pertama kali ke luar negeri. “Mereka bahkan baru pertama naik pesawat ke Kupang, ke Jakarta dan ke luar negeri. Ini sangat luar biasa,” kata VBL.

Ia pun yakin, anak-anak yang dibawanya itu akan menjadi generasi yang optimistis, karena telah melihat satu negara besar yang maju dan bersih.
Duta Besar RI untuk Norwegia Todung Mulya Lubis, mengungkapkan bahwa Festival Indonesia ditujukan untuk menjadi pendorong penguatan hubungan antarmasyarakat, yang merupakan modal penting untuk mendukung kerja sama bilateral.

“Festival itu akan menjadi ajang untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya dan kekayaan sumber daya hayati Indonesia kepada masyarakat Norwegia,” tuturnya.
Todung menyampaikan bahwa acara tersebut akan dilengkapi dengan seminar, temu bisnis, pegelaran budaya, serta pameran produk Indonesia.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Norwegia terhadap upaya Indonesia mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), festival diawali dengan seminar bisnis. Tema yang akan diangkat adalah “The Potential Role of Palm Oil in Achieving UN Sustainable Development Goals”.

Menurut Dubes Mulya Lubis, seminar tersebut akan berfokus pada pembahasan mengenai produk kelapa sawit dan lahan gambut yang dikelola secara berkelanjutan.

Para penari dari SMAN 1 Sabu usai tampil di Oslo, Norwegia.
Para penari dari SMAN 1 Sabu usai tampil di Oslo, Norwegia.

Sebelumnya, pendamping para penari, Emy Samira Sungkar mengatakan, festival Indonesia dibuka secara resmi 28 Juni dan puncak festival pada 29 dan 30 Juni 2019. Selain itu dilaksanakan pula seminar bisnis dan pertemuan bisnis pada tanggal 28 Juni 2019.

Ia mengatakan Festival Indonesia diadakan cukup besar baik dari sisi penyelenggaraan maupun pengunjung festival. Inaugurasi festival pada 28 Juni akan dilaksanakan di Oslo Konserthus dengan mengundang kalangan diplomatik, pemerintah Norwegia dan pemerintah Kota Oslo, akademisi, pebisnis, serta friends of Indonesia.

Penampilan permainan alat musik Sasando yang dimainkan Izoe Nisnoni Koerniawan dengan latar belakang display destinasi wisata di NTT.
Penampilan permainan alat musik Sasando yang dimainkan Izoe Nisnoni Koerniawan dengan latar belakang display destinasi wisata di NTT.

“Akan ditampilkan beberapa penampilan kesenian dari delegasi seni dan budaya. Puncak festival akan dilaksanakan di Spikersuppa, yaitu taman yang terletak di pusat kota Oslo dan biasa digunakan untuk menyelenggarakan festival di Oslo. Dengan menonjolkan bazaar kuliner Indonesia dan pertunjukan budaya Indonesia yang beraneka ragam serta promosi produk unggulan Indonesia, festival ini diharap membawa lebih banyak lagi pengunjung dan menjadi media promosi ekonomi, budaya dan pariwisata Indonesia,” jelasnya. (M-12/mg-24/kcm/D-1)