Tata Ulang Total Pulau Komodo

berbagi di:
foto-hal-01-cover-120619-ke-pulau-komodo-10

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama para bupati dan wali kota se-NTT saat mengunjungi Pulau Komodo, kemarin. Foto: Gerasimos Satria/VN

 

 

Gerasimos Satria

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama para Bupati dan walikota se-NTT mengunjungi Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Senin (10/6) sore.

Kunjungan tersebut untuk memastikan kondisi Pulau Komodo sebelum penutupan sementara selama setahun pada 2020 mendatang. Dan selama penutupan, Gubernur memastikan bahwa masyarakat di pulau itu dilibatkan dalam penataan Pulau Komodo.

Gubernur VBL didampingi Wagub Yosef Nae Soi mengajak para bupati/wali kota se-Provinsi NTT, berkunjung ke Pulau Komodo usai rapat kerja di Hotel Ayana Labuan Bajo, Senin (10/6) siang.
Mereka berangkat dari dermaga kayu Hotel Ayana pukul 15.10 Wita menggunakan tiga unit kapal wisata, didampingi satu kapal lainnya untuk mengawal.

Di sela-sela kunjungan tersebut, Gbuernur VBL menegaskan bahwa penutupan sementara Pulau Komodo itu untuk menata secara total pulau yang dihuni kadal purba raksasa, Komodo. Apalagi Pulau Komodo merupakan daerah konservasi kelas dunia sehingga perlu ditata secara lebih baik lagi sebagai tempat wisata konservasi.

Dia mengatakan, untuk mengoptimalkan Pulau Komodo maka sangat penting untuk ditutup sementara selama satu tahun. Presiden Joko Widodo telah menyetujui rencana penutupan sementara untuk menata Pulau Komodo.
Penutupan sementara itu hanya untuk Pulau Komodo. Sedangkan objek wisata lainnya di dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), tetap terbuka untuk kunjungan wisatawan. Selama penutupan Pulau Komodo, masyarakat di pulau itu dilibatkan dalam penataan Pulau Komodo. “Pelabuhanya kita tata, alamnya dihijaukan lagi dan seluruh binatang kita kembangkan. Kita butuh waktu satu tahun,” ujar VBL.

Masyarakat Pulau Komodo yang selama ini membuka usaha souvenir, untuk sementara dipindahkan ke pulau lainnya dalam kawasan TNK agar usahanya tetap berjalan. Mereka akan disiapkan tempat untuk berjualan dan para wisatawan akan diarahkan ke tempat souvenir.

Dia menjelaskan Pemprov NTT menginginkan Pulau Komodo kembali seperti semula dengan alam yang indah. Apalagi Pulau Komodo merupakan daerah konservasi kelas dunia. “Kita akan revitalisasi hutannya, makanan komodo kita siapkan dengan lebih baik dan alami,” jelasnya.

 
Idola Kelas Dunia
Kepala Biro Humas Provinsi NTT, Marius Jelamu mengatakan, Pulau Komodo ditata untuk dijadikan sebagai tempat idola kelas dunia. Sebuah obyek wisata yang ingin menjadi kelas dunia harus memiliki standar tersendiri.

“Kami mengajak masyarakat agar bersama pemerintah menjaga dan melindungi komodo,” katanya.

Ke depan, kata dia, kapal wisata hanya dapat sampai pada satu demaga. wisatawan yang hendak ke obyek wisata lainnya di kawasan TNK mengunakan kapal wisata milik masyarakat dalam kawasan TNK. Kapal wisata yang berkapasitas besar hanya boleh mengantar wisatawa ke Pulau Komodo. Sedangkan untuk menuju obyek wisata lainnya harus mengunakan kapal milik masyarakat lokal.

“Sangat penting penataan Pulau Komodo. Bukan bertujuan mengusir masyarakat dalam kawasan TNK,” tutur Jelamu.

Untuk diketahui, Rencana penutupan sementara Pulau Komodo telah disepakati antara Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), bersama PemprovNTT, dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, pada Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (6/2) lalu.

Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno menjelaskan semua pihak bersepakat bahwa TN Komodo merupakan situs warisan dunia yang harus benar-benar dikelola dengan prinsip kehati-hatian.

“Perlu dilakukan perbaikan tata kelola khususnya terkait dengan pengamanan dan perlindungan satwa komodo termasuk ketersediaan mangsanya, terutama rusa,” ungkapnya. (mg-17/R-2)