Terdakwa Kasus Korupsi Dana Desa Manusasi mulai Disidangkan

berbagi di:
img-20201120-wa0015

 

Noven Bulan
Kasi Pidsus Kejari TTU

 

 

 
Gusty Amsikan

 

 

SETELAH Kejaksaan Negeri Kabupaten TTU melimpahkan berkas perkara kasus dugaan korupsi Dana Desa Manusasi, Kecamatan Miomafo Barat, ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang beberapa waktu lalu, akhirnya pada Kamis (19/11) kasus dugaan korupsi tersebut mulai disidangkan. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut dipimpin oleh Hakim Y.Teddy Windiartono dan menghadirkan dua orang terdakwa yakni Kepala Desa Manusasi Yakobus Feka dan Bendahara Kayetanus Asuat.

Kasi Pidsus Kejari TTU, Noven Bulan, menyampaikan hal itu ketika dikonfirmasi VN Jumat (20/11). Ia membenarkan kasus dugaan korupsi Dana Desa Manusasi, Kecamatan Miomafo Barat telah disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang pada Kamis (19/11) kemarin.

Agenda sidang tersebut adalah pembacaan dakwaan terhadap dua terdakwa yakni Kepala Desa Manusasi Yakobus Feka dan Bendahara Kayetanus Asuat. Sidang tersebut dihadiri oleh kedua terdakwa Kepala Desa Manusasi Yakobus Feka dan Bendahara Kayetanus Asuat dan penasehat hukumnya.

Dalam sidang tersebut, kedua terdakwa maupun kuasa hukumnya tidak menyampaikan eksepsi. Proses sidang perdana tersebut berjalan lancar. Sesuai jadwal yang ada, sidang kedua dan ketiga akan dilanjutkan pada Selasa (24/11) dan Kamis (26/11) mendatang. Sidang lanjutan tersebut akan fokus pada agenda pemeriksaan saksi.

“Sidang perdana kasus dugaan korupsi Dana Desa Manusasi, Kecamatan Miomafo Barat sudah terlaksana pada Kamis kemarin. Sidang lanjutan dijadwalkan pada 24 dan 26 November mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi. Sebanyak 8 saksi akan kita hadirkan pada hari Selasa mendatang. Kemudian pada sidang berikutnya akan kita hadirkan lagi 8 saksi,”imbuh Noven.

Untuk diketahui penyidik Kejari TTU, melaksanakan penyelidikan dan penyidikan dalam perkara tindak pidana korupsi Dana Desa di Desa Manusasi, Kecamatan Miomaffo Barat tahun anggaran 2017 dan 2018 sejak awal Juli 2020. Dalam perkembangannya, setelah proses penyidikan berjalan kurang lebih satu bulan, pihaknya langsung menetapkan Kepala Desa Manusasi, Yakobus Feka, dan Bendahara Desa Manusasi, Kayetanus Asuat sebagai tersangka.

Kedua tersangka kemudian ditahan karena terbukti menggagas 21 proyek fiktif yang dalam dua tahun anggaran berturut-turut. Berdasarkan hasil penyelidikan, terdapat 11 kegiatan fiktif pada tahun 2017, namun anggarannya terserap 100 persen. Sementara pada tahun 2018, terdapat 10 kegiatan fiktif yang anggarannya terserap 100 persen.

Ia menambahkan, terhadap perkara tersebut, telah ada hasil perhitungan dari Inspektorat Kabupaten TTU. Besaran kerugian negara yang diakibatkan karena 21 kegiatan fisik pada dua tahun anggaran tersebut kurang lebih 500 juta rupiah. Kegiatan-kegiatan fiktif tersebut diantaranya pengadaan tenda, pembangunam embung, pengadaan ternak sapi, dan sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya. (Yan/ol)