Terdesak Tuntutan, Warga Terdampak Longsor Tinggalkan Pengungsian

berbagi di:
img-20210223-wa0055

Rumah ditinggalkan begitu saja oleh warga yang mencari hunian baru atau pulang kampung. Foto: Yosi/VN

 

 

Yosi Kameo

Setelah hampir empat hari diungsikan ke Gereja Santo Petrus Rasul TDM, warga korban longsor—yang terjadi sebulan lalu di Tuak Daun Merah (TDM), RT 16/ RW 04—diketahui terpaksa pergi meninggalkan pengungsian karena desakan tuntutan.

Tuntutan itu diungkapkan Lurah TDM Imanuel Eliaser kepada VN di ruang kerjanya, Selasa, (23/2)

Ia mengatakan warga terdampak longsor di RT 16/ RW 04 hanya diungsikan tiga hari. Sesudah itu, pengungsi pun diminta untuk pergi mencari tempat masing-masing.

“Yang lain itu diungsikan karena kami tidak ingin mereka jadi korban selanjutnya. Tapi setelah tiga hari kami suruh mereka pergi cari tempat tinggal masing-masing,” kata Imanuel.

img_20210223_210148

Karena desakan tuntutan tersebut, beberapa warga terdampak longsor akhirnya menyasar kos-kosan terdekat seputaran RT 16/RW 04, TDM.

“Soalnya harus cari tempat baru. Jadi dengan keluarga katong dapat tempat di sini,” kata Nelsy Tabanu, salah satu warga terdampak longsor yang bersama keluarganya memilih pindah kos di depan rumah Ketua RT 16 TDM.

Informasi yang diperoleh VN, selain tinggal di kos seputaran TDM, ada warga terdampak longsor yang memilih pulang ke keluarga mereka di kampung untuk sementara waktu.

“Ada yang pulang kampung. Mungkin nanti baru datang lagi,” ungkapnya warga di sekitar lokasi terdampak.

Pemilik hunian terdampak longsor, Paulus Kolo, membenarkan pengungsi yang masih bergelut dengan pencarian hunian baru. Bahkan, barang-barang pengungsi, tambah Paul, masih ada yang ditinggalkan dan belum diangkut.

“Dong (mereka) su mengungsi. Tapi su suruh pergi dari sana. Ada yang dia pu barang-barang masih tinggal. Beta sonde berani bongkar. Nanti liat sa bagaimana,” ungkapnya. (bev/ol)