Terhitung 15 Agustus, Dipungut Retribusi Obyek wisata Gua Rangko dan Cunca Wulang

berbagi di:
Kadis Pariwisata Mabar

 

Agustinus Rinus
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mabar

 
Gerasimos Satria

PEMERINTAH Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) mulai 15 Agustus 2020 akan menarik retribusi masuk sejumlah objek wisata yang ada di daerah itu, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Sebelumnya wisatawan tidak dikenakan tiket masuk ke objek wisata karena masa pandemi covid-19

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat, Agustinus Rinus, Selasa (11/8) mengatakan, 15 agustus 2020 mendatang instansinya sudah mulai memungut retrebusi masuk ke destinasi wisata yang berada di Kabupaten Mabar. Sejak awal Juli lalu, intansinya mengeluarkan keputusan untuk tidak memungut retrebusi masuk di destinasi wisata di Kabupaten Mabar.

“15 Agustus 2020, kita mulai memungut retrebusi masuk obyek wisata Gua Rangko dan air terjun Cunca Wulang. Wisatawan yang mengunjungi Dua destinasi wisata itu wajib membayar tiket masuk,” ujarnya.

Dia mengatakan untuk menjalankan kebijakan tersebut pihaknya menempatkan petugas di pos retribusi. Pungutan retrebusi dilakukan mulai pukul 08.00-18.00 Wita setiap hari.

Besaran biaya masuk ke dua obyek wisatawa tersebut Rp10 ribu untuk wisatawan lokal, wisatawan nusantara Rp20 ribu dan mancanegara Rp50 ribu.

Sedangkan, obyek wisata Batu Cermin di Kecamatan Komodo belum dibuka. Hal itu dikarenakan saat ini Pemerintah Pusat sedang fokus pengerjaan proyek penataan destinasi wisata obyek Batu Cermin. Obyek wisata Batu Cermin baru dibuka setelah pengerjaan proyek penataan sudah selesai.

Bagi wisatawan yang mengunjungi desrinasi wisata di Manggarai Barat diminta agar mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan virus korona atau Covid-19. Petugas dan pengunjung diharuskan memakai masker dan cek suhu tubuh sebelum masuk objek wisata. Kemudian tidak dibenarkan melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang, sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19,”jelasnya. (yan/ol)