Terkait Rekaman soal Penerapan PSBB, Dewan Minta Camat Kota Raja harus Diberi Sanski

berbagi di:
img-20210113-wa0043

 

Jeftha Sooai
Anggota DPRD Kota Kupang

 

 

 

Rafael L Pura

 

 

ANGGOTA DPRD Kota Kupang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melakukan penelusuran lebih jauh terhadap rekaman camat Kota Raja, Rudi Abubakar. Jika terbukti, maka perlu dikasih sanksi tegas atas pernyataannya itu.

“Harus ditelusuri, pernyataannya itu sangat meresahkan masyarakat, apalagi kedudukannya sebagai seoarang ASN, terlebih sebagai pejabat publik, tidak patut mengeluarkan pernyataan seperti itu, sangat meresahkan publik,” kata Jeftha Sooai, rabu, (13/1).

Jeftha menyayangkan pernyataan Camat Kota Raja itu, terlebih menyebut beberapa pejabat, termasuk Ketua DPRD NTT, meninggal akibat covid-19.

Meski telah melakukan klarifikasi, sebut Jeftha, sanksi tegas tetap harus diberikan. Bila perlu, dilaporkan ke polisi untuk melakukan penelusuran atas rekaman itu.

Jeftha meminta Camat Kota Raja agar jangan bertindak gegabah. Biarkan pihak yang berwenang (Satgas Covid-19) yang memberikan pernyatan mengenai penangaan covid-19, sebagaimana tupoksinya.

Sementara juru bicara tim Gugus Tugas Kota Kupang, Ernest Ludji mengatakan, pemerintah belum mengambil langkah lebih jauh, sembari terlebih dahulu menelusuri terkait keaslian rekaman itu.

“Kami sementara diperintahkan pimpinan (Walikota) untuk menelusurinya, apakah benar itu dilakukan salah satu camat di kota Kupang. Apabila terbukti, sudah pasti ada tindak lanjutnya,” katanya.

Ernest Ludji menegaskan, materi pernyataan dalam rekaman itu, tidak benar alias hoaks. Pemkot membantah keras pernyataan itu.

Sebagai informasi, rekaman yang berasal dari Camat Kota Raja, Kota Kupang, Rudi Abubakar mengatakan bahwa kota Kupang akan berlakukan PSBB per hari ini, Rabu (13/1) sempat viral dan beredar di beberapa group WhatsApp.

Rekaman tersebut juga mengatakan bahwa Ibu Emi (Ketua DPRD NTT) bersama tiga orang lainnnya beserta Pak Kapitan meninggal Dunia pagi tadi.

“Buat saudara semua, Kaka, Ponakan semua yang ada. Beta baru habis rapat dengan pak Wakil. Korona di Kota Kupang sudah melebihi Jakarta. Hari ini pak Wali minta surat ke Jakarta bahwa Kupang PSBB. Karena Gubernur hari ini Korona, Ibu Emi dan tiga orang pak Kapitan mati tadi pagi,” katanya dalam rekaman tersebut.

“Pak Wakil minta Kantor semua ditutup, sekarang sudah beberapa Kantor ditutup. BKD, Dukcapil, Kantor Lurah Liliba ditutup. Kantor Camat juga melalui kewenagan beta mulai hari ini tutup. Siapa pun juga jangan coba-coba keluar rumah,” lanjutnya dalam rekaman tersebut.
Camat Kota Raja, Rudi Abubakar yang langsung dikonfirmasi VN mengenai rekaman suaranya tersebut pada Rabu (13/1) sore mengakui adanya rekaman tersebut. Namun kata dia, rekaman suaranya tersebut hanya ditujukan kepada keluarganya lewat group WhatsApp keluarga demi mempertegas keluarganya sendiri menaati protokol kesehatan.
Ternyata ada keluarganya yang menyebarkan rekaman tersebut. “Tadi saya sudah telfon dengan ibu Emi. Beta jelaskan kalau beta tidak ada maksud begitu. Karena itu hanya untuk keluarga, beta mau kancing mereka supaya mereka jangan keluar sembarang,” katanya.

Dia juga mengaku kaget dengan adanya rekaman suaranya tersebut yang sudah menyebar dan sempat viral. (Yan/ol)