Tersangka NTT Fair ‘Tantang’ Jaksa

berbagi di:
foto-hal-01-fransisco-bessi

 

 

Kekson Salukh

Para tersangka NTT Fair “menantang” tim jaksa penyidik Kejati NTT untuk mengungkap tuntas kasus korupsi dana proyek NTT Fair. Jaksa diminta jangan berhenti dengan penetapan enam tersangka dalam kasus ini.

Kuasa Hukum tersangka Yusuf Barter (Direktur CV Desakon), Fransisco Bessi dan kuasa hukum tersangka Hadmen Puri (Dirut PT Cipta Eka Puri), Marthen Dillak mengatakan itu kepada VN, akhir pekan kemarin.

Ia menegaskan kliennya mendukung Kejati NTT mengungkap sampai terang benderang semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Kasus proyek NTT Fair, lanjut dia, bukan kasus kecil seperti kasus korupsi dana desa. Karena itu, profesionalisme jaksa penyidik dipertaruhkan.

“Kita semua wajib dukung Kejati membuka seterang-terangnya kasus NTT Fair ini. Jangan sampai hanya panas di awal, tapi kita tidak lihat hasil akhirnya seperti apa. Kita tahu arah dari NTT Fair, apakah hanya berhenti di enam orang (tersangka) ini atau ada pihak lain jaksa harus ungkap,” tegasnya.

Jika Kejati NTT hanya mampu menetapkan enam orang itu sebagai tersangka, maka maka profesionalisme penyidik diuji. Penyidik harus berani mengungkap semua pihak yang terlibat dalam kasus ini, tanpa memandang bulu dan atau jabatan.

Kliennya, ungkap Fransisco, kooperatif mengikuti semua tahapan dan prosedur hukum yang berjalan. Ia mengatakan, dalam pemeriksaan semuanya telah berjalan secara terang benderang dan pihaknya tidak akan menghalangi apapun.

“Kita ikuti semua prosedur karena semuanya telah terang benderang dalam pemeriksaan karena kami tidak akan menghalangi apapun, memohon kitanya dipercepat,” tambahnya.

Fransisco menambahkan, kliennya selalu kooperatif menghadiri panggilan jaksa untuk diperiksa. Namun, sebenarnya kliennya tidak mengetahui kasus NTT Fair karena kliennya hanya sebagai pemilik bendera yang dipinjamkan kepada Linda Liudianto sebagai kontraktor pelaksana dan Fery Pandie sebagai konsultan pengawas.

Kuasa hukum tersangka Hadmen Puri, Marthen Dillak secara terpisah mengatakan, Kejati NTT sudah secara profesional memeriksa kliennya sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Ia juga meminta Kejati NTT berani mengungkap siapapun yang terlibat dalam kasus korupsi NTT Fair ini.

Menurut Dillak, dari 30-an saksi yang sudah diperiksa, jaksa penyidik menetapkan hanya enam tersangka. DIa menilai, jaksa tebang pilih dalam menegakkan hukum.

“Siapapun yang terlibat, jaksa harus tuntaskan kasus ini tanpa pandang bulu dan jabatan. Jika ada pejabat yang terlibat, Kejati harus berani tetapkan sebagai tersangka. Jangan takut. Saya sudah bicara di klien saya untuk ungkap tuntas kasus ini secara terang benderang,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun VN di kantor Kejati NTT, hari ini jaksa penyidik Kejati NTT memeriksa Kim Lee, suami dari tersangka Linda Liudianto. Kim Lee diduga selama ini ialah yang mengatur keuangan proyek hingga menggunakannya untuk membangun rumah tahan gempa (RTG) di Lombok, Provinsi NTB. (mg-10/E-1)