Tersangkut Korupsi PDMJ, Anggota Bawaslu TTS Ditahan Kejari TTS

berbagi di:
img-20201130-wa0031

 

Dua tersangkah kasus korupsi pada Perusahaan Daerah Mutis Jaya SoE sedang menuju mobil tahanan Jaksa, Senin (30/11).

 

 

 

Megi Fobia

 

 
ANGGOTA Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten TTS, Demetris Pitai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Perusahaan Daerah Mutis Jaya (PDMJ) SoE. Demetris Pitai ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut karena saat itu menjabat sebagai Direktur Operasional PDMJ yang mendapat penyertaan modal dari Pemda TTS sebesar Rp1,2 miliar dua tahun berturut-turut yakni 2011 dan 2012.

Selain Demetris Pitai, Kejari TTS juga menetapkan dan menahan tersangka Lambertus Bety sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan PDMJ yang kerugian negara mencapai Rp607 juta sesuai perhitungan lembaga akuntan publik.

Hal ini dikatakan Kejari TTS, Andarias Deornay didampingi Kasi Pidsus Imade Santiawan, Kasi Intel Aryanto dan Kasi Barang Bukti Kejari TTS, Bram Prima kepada wartawan disela-sela penahanan kedua tersangka tersebut, Senin (30/11).

“Hari ini kita tetapkan Demetris Pitai dan Lambertus Bety sebagai tersangka dan langsung ditahan. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan ekspose kasus tersebut bersama penyidik Kejari TTS,”ujar Kejari TTS Andarias Deornay.

Setelah ekspose kasus tersebut pada Senin (30/11) pagi bersama penyidik Kejari TTS, Kejari Andarias mengatakan Anggota Bawaslu TTS Demetris Pitai dan Lambertus Bety ditetapkan sebagai tersangka sekaligus melakukan penahanan. Keduanya saat itu menjabat sebagai Direktur pada perusahaan yang mendapat penyertaan modal dari APBD Perubahan tahun 2011 dan 2012 sebesar Rp 1,2 miliar yang merugikan negara sebesar Rp 607 juta.

Sebelum dilakukan penahanan, kedua tersangka ini diperiksa di Kejari TTS terhitung pukul 09:00 hingga pukul 15:00. kedua tersangka kasus korupsi PDMJ juga menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis RSUD SoE untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum ditahan 20 hari kedepan untuk kepentingan penyidik.

Berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara oleh lembaga akuntan publik yang dimintai Kejari TTS untuk menghitung kerugian negara, ditemukan kerugian negara mencapai Rp 607 juta dari pagu anggaran Rp 1,2 miliar yang merupakan penyertaan modal Pemda TTS dua tahun berturut-turut yakni 2011 dan 2012.

“Kedua tersangka itu memiliki peran yang berbeda-beda di PDMJ. Tersangka Demetris Pitai saat itu berperan sebagai Direktur Operasional sedangkan tersangka Lambertus Bety saat itu berperan sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan,”Ujarnya. (Yan/ol)