Tertantang Menjadi Guru di tengah Pandemi Covid-19

berbagi di:
1614780265410

 

Endang Alfrianti W Dju
Guru SMA Negeri 7 Kupang

 

 

 

ORANG hebat bisa melahirkan banyak karya, tetapi guru yang baik dapat melahirkan ribuan orang hebat. Kata-kata bijak tentang guru yang baik ini merupakan satu kata bijak yang pantas untuk menyemangati gejolak batin para guru di tengah pandemi covid 19 ini.

Selain para tenaga kesehatan yang dipusingkan dengan pelayanan para pasien covid 19, para guru juga harus memeras otak dan ‘menguatkan hati’ untuk melahirkan orang-orang hebat di tengah pandemi covid 19.

Pengalaman para guru ini juga dialami salah satu guru kontrak Provinsi NTT di SMA Negeri 7 Kupang Endang Alfrianti W Dju. Saat ini, Endang, demikian ia disapa, bekerja ekstra untuk membantu para siswanya yang tidak bisa membeli paket untuk pembelajaran online.

img-20210303-wa0058

“Apalagi selain guru bahasa Inggris, saya juga merupakan wali kelas XI. Saya harsu mencari strategi untuk menolong siswa saya yang tidak bisa membeli paket untuk sekolah daring,” ujar Endang.

Menurut alumni Sarjana Bahasa Inggris, FKIP Bahasa Inggris Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ini, ada beberapa siswa tidak hadir dalam pembelajaran daring karena tidak bisa membeli kuota. “Saya biasanya meminta materi dari guru mata pelajaran masing-masing lalu print dan saya antar ke rumah anak didik saya. Saya meminta mereka kerja tugas-tugas dan dikumpul secara langsung,” ujar putri pasangan almarhum Alexander Rihi Dju dan ibu Frederika Rohi Dju ini.

Memang, kata guru Bahasa Inggris yang merangkap guru Seni dan Budaya ini, keadaannya itu memang sangat beresiko terjadinya penularasan Virus Covid tetapi ia selalu menerapkan protokol kesehatan. “Memang sangat berisiko tetapi memang tidak ada pilihan lagi. Kasian anak-anak. Intinya protokol kesehatan, yaitu selalu pakai masker, cuci tangan, dan selalu menggunakan hand sanitizer untuk menjaga diri maupun para siswa yang saya temui,” ungkapnya saat berbincang dengan VN.

Selain tantangan yang dihadapi wanita cantik ini, ada peluang yang dipetiknya dari belajar online. Lewat belajar online ia memacu diri untuk menjadi guru yang kreatif. “Lewat belajar online, Kami sebagai guru harus lebih kreatif dalam membuat atau menyiapkan materi ajar agar anak tidak bosan dan mudah paham. Saya juga memilih untuk menggunakan aplikasi dan situs belajar yang mudah diunduh atau langsung dilihat serta digunakan oleh siswa,” ujarnya sembari menebarkan senyumnya.

Selain kreatif, wanita asal Sumba ini, di sekolahnya, para guru sering mendapat pelatihan tentang penggunaan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Ini selain membuka wawasan saya tentang teknologi informasi, juga membantu saya untuk menyajikan materi dengan mudah agar bisa dipahami siswa dan tidak menghabiskan kuata internet anak murid,” pungkasnya. (Paskal Seran/Yan/ol)