Terus Bertambah, Gugus Tugas mulai Lakukan Isolasi ODP

berbagi di:
img-20200323-wa0088

Direktur RSUD Ba’a dr Widyanto P Adhy

 

 

 

Frangky Johannis

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Rote Ndao, Kamis (26/3) petang, meningkat dari sebelumnya 11 orang menjadi 20 orang.

Saat ini, tim Gusus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mulai bergerak melakukan penjemputan sejumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) untuk diisolasikan di Rumah SUsun (Rusun) Ne’e, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain.

Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD Ba’a dr Widyanto P Adhy, selaku juru bicara Gusus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Rote Ndao, yang dikonfirmasi VN melalui telepon genggamnya, Kamis (26/3) petang.

Menurutnya, mulai petang hari ini, tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Rote Ndao sedang bergerak untuk menjemput sejumlah ODP untuk diisolasi di Rusun Ne’e.

dr Adhy menjelaskan, isolasi kepada OPD ini dilakukan Gugus Tugas Covid-19 bertujuan: pertama, untuk memastikan OPD terisolasi dengan baik. Kedua, memudahkan pemantauan untuk melihat tanda-tanda (gejala) keburukan atau perbaikan

Ketika ditanya berapa jumlah pasti ODP yang akan diisolasi, dr Adhy enggan menjawabnya, hanya mengatakan akan diupdate setelah sudah dibawa ke Rusun.

“Jumlah ODP yang akan diisolasi nanti kita update lagi setelah sudah dibawa ke Rusun Ne’e,” ujarnya.

 

OAR dan ODP Bertambah
dr Adhi menambahkan, data terakhir hingga pukul 16.00 Wita ada kenaikan Orang dari Area Risiko (OAR) yang teridentifikasi dari 142 menjadi 187 orang. Sementara ODP bertambah dari 11 menjadi 20 orang. Namun, belum ada yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Suspect, maupun Positif Corona.

Bertambahnya ODP dan OAR, kata dia, tidak bisa diinterpretasi karena masih dibukanya penerbangan dan pelayaran dari dan ke Rote Rote Ndao, tetapi secara medis dalam pemantauan yang dilakukan Gugus Tugas, terdapat warga yang perlu mendapat perhatian dan pemantauan terkait potensi persebaran virus corona (Covid-19).

Khusus mengenai ODP yang bertambah sembilan orang, kata dia, hal tersebut ditetapkan setelah petugas Gugus Tugas melakukan pemeriksaan ke rumah-rumah warga dalam pemantauan, terdapat gejala klinis yang sesuai kriteria, sehingga ditetapkan sebagai ODP guna dilakukan pemantauan dan penanganannya lebih serius dilakukan. (bev/ol)