Theodora Tewas Tenggelam di Bendungan Malelat

berbagi di:
ilustrasi tenggelam

 

 

 

 

 

Gusty Amsikan
Teodora Tmaneak, 16, warga RT 002, RW 001, Desa Tokbesi, Kecamatan Biboki Selatan, merenggang nyawa akibat tenggelam di Embung Malelat di Desa Tokbesi, Kabupate TTU, Nusa Tenggara Timur, Kamis (26/3).

Korban bersama dua saudaranya saat itu sedang berdiri di atas sebatang kayu di pinggir embung sambil menanti orang tuanya yang tengah memancing. Tiba-tiba kayu yang dipijak mereka terguling dan korban langsung jatuh tenggelam ke dalam embung. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Manufui, namun sayang nyawanya tak dapat tertolong.

Kapolsek Biboki Selatan, AKP Yoseph Baun, ketika dikonfirmasi VN, Kamis (26/3) mengatakan  langsung turun ke lapangan untuk melakukan olah TKP.

Berdasarkan keterangan yang diambil dari orang tua korban, Yulius Tmaneak, sekitar pukul 09.00 Wita, ia bersama istrinya dan ketiga anaknya, termasuk korban, pergi memancing di Embung Malelat. Setibanya di embung, ia dan istrinya langsung memancing, sementara ketiga anaknya berenang dan bermain-main di pinggiran embung. Saat itu, korban bersama kedua saudaranya berdiri di atas sebatang kayu sambil bermain-main.

Tak lama berselang, kayu yang dipijak ketiganya tiba-tiba terguling. Kedua saudara korban langsung melompat ke tanah, sementara korban, yang tidak bisa menjaga keseimbangannya, seketika langsung jatuh tenggelam ke dalam embung tersebut dan tidak bisa menyelamatkan diri. Melihat korban tenggelam, Yulius langsung berupaya memanggil orang untuk menyelamatkan korban, karena ia tidak bisa berenang.

Sayangnya, ketika korban berhasil dievakuasi ke darat, korban tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Yulius langsung melarikan korban ke Puskesmas Manufui untuk memperoleh pertolongan medis. Sayangnya, sesampainya di Puskesmas Manufui, korban sudah tidak bernyawa lagi. Korban bahkan belum mendapat pertolongan medis.

“Berdasarkan pengakuan ayah kandung korban, ketika korban tenggelam, ia masih mencari pertolongan dari warga sekitar agar bisa menyelamatkan korban. Sayang sekali, nyawa korban tidak bisa diselamatkan,”jelasnya.(bev/ol)