Tiga Calo TKI Ilegal Ditahan, Dua Masih Dikejar

berbagi di:
stop human trafficking

 

Penyidik Polres Timor Tengah Selatan (TTS) , Nusa Tenggara Timur sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pengiriman secara ilegal Ance Yuliana Punuf sebagai TKW di Malaysia 2014 silam. Tiga tersangka yang adalah calo TKW itu sudah ditahan sementara dua orang calo lainnya masih kabur dan kini dalam pengejaran polisi.

Ketiga tersangka itu adalah Yusmina Nenohalan, Selvi Koi dan Yanti Banu. Sementara dua calo lainnya yang juga sudah dijadikan tersangka namun belum berhasil ditangkap adalah DF dan PB.

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Yohanes Suhardi mengatakan itu kepada VN di kantornya, Senin (7/8). Iptu Yohanes didampingi Kanit Tindak Pidana Khusus Iptu Jemy Soleman dan anggota penyidik Brigpol Rudy Zoik.

Iptu Yohanes menegaskan, polisi tidak tinggal diam, namun terus bekerja setelah menerima laporan kasus tersebut. Kesulitan polisi yakni para calo TKW yang merekrut korban Ance Yuliana Punuf selalu berpindah-pindah.

Namun, kini polisi sudah menangkap dan menahan tiga orang tersangka. Sedangkan dua orang lainnya masih dalam pengejaran.

“Jadi prosesnya sudah sampai tahap penyidikan dimana kami sudah amankan tiga orang tersangka,” katanya.

 

Sudah Kirim Ribuan TKW
Kronologi pengiriman korban sebagai TKW ke Malaysia, tutur Iptu Yohanes, berawal dari Yusmina mengajak korban untuk bekerja di Kupang dan korban pun bersedia. Namun setiba di Kupang, Selvi Koi dan Yanti Banu ternyata mengirim korban kepada DF yang juga menampung korban. DF adalah perekrut yang juga menjadi penghubung dengan perusahaan yang memasok tenaga kerja ke Malaysia.

Di Kupang, DF memalsukan identitas korban lalu menyerahkan korban ke PB. Selanjutnya PB mengurus paspor korban di Imigrasi. DF dan PB ini masih dalam pencarian karena sudah melarikan diri. Kami masih terus mencari keduanya,” ujarnya.

Sementara Rudy Zoik menambahkan, dari hasil penyidikan, kelima tersangka itu merupakan pemain lama human trafficking yang sudah merekrut dan mengirim ribuan TKW secara ilegal ke luar negeri.

Para tersangka dijerat dengan ancaman pidana Pasal 2 ayat 1, 2, Pasal 4 ayat 10, dan Pasal 19 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Rudy Zoik menambahkan berkas BAP ketiga tersangka tersebut segera dirampungkan untuk dikirim ke Kejari TTS. Saat ini, ketiga tersangka masih ditahan dalam sel Polres TTS.

“Paling lambat minggu ini BAP tersangka sudah bia kami kirim ke jaksa untuk diteliti,” jelasnya.

Kanit Tindak Pidana Khusus Iptu Jemy Soleman mengatakan, para tersangka memalsukan hampir semua dokumen untuk kepentingan pengiriman korban sebagai TKW ke Malaysia. Dokumen yang dipalsukan antara lain KTP, akte kelahiran dan kartu keluarga.

Penyidik sudah mengantongi bukti-bukti tersebut, dan setelah dicocokkan dengan data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten TTS, ternyata tidak terdaftar di TTS.

“Semuanya di Jakarta sehingga kita masih mencari alat bukti, karena korban sendiri tidak tahu asal usul dokumennya,” jelasnya.
Selain dokumen, paspor korban juga tidak terdeteksi di kantor Imigrasi Kupang. Semua dokumen, termasuk paspor korban diduga diterbitkan di Jakarta.

Sebelumnya, korban Ance Yuliana Punuf, TKW asal Kampung Oehani, Desa Toineke, Kecamatan Kualin, TTS dipulangkan dari Malaysia dalam kondisi sakit. Dia disiksa majikan di Johor, Malaysia. Selain sakit parah, Ance pulang kosong karena tak diberikan gajinya.

“Rambut saya dijambak dan dipukul oleh majikan. Kalau anaknya yang salah, saya yang kena pukul. Saya juga tidak mendapat gaji sampai pulang. Karena saya sakit, makanya bawa pulang,” ujar Ance yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini, kepada wartawan di Kupang, Selasa (1/8).

Korban tiba di Kupang diantar oleh seseorang yang diketahui bernama Boy dan dititipkan di RS Wirasakti Kupang. Keluarga dan orangtua korban baru mengetahui keberadaan Ance di Kupang setelah diinformasikan pihak BP3TKI Kupang. (mg-14/D-1)