Tiga Terdakwa Bantah Keterangan Saksi

berbagi di:
foto-hal-02-sidang-lanjutan-kasus-korupsi-kredit-macet-bank-ntt-dengan-terdakwa-bonefasius-ola-masan-yohana-bailao-yohan-nggebu-di-pengadilan-tipikor-kupang-selasa-24-3-nahor-2

 

Salah seorang saksi sementara menyimak pertanyaan JPU saat sidang di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (24/3). Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

 
Maykal Umbu

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tiga saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi penyaluran dana kredit pada Bank NTT Kantor Cabang Utama (KCU) Kupang tahun 2018 senilai Rp5 miliar.

Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (24/3) menghadirkan tiga terdakwa, yakni mantan Kepala Bank NTT KCU Kupang Bonefasius Ola Masan, Yohana M. Bailao sebagai Wakil Pemimpin Cabang Bidang Bisnis, dan Johan Nggebu selaku analisis kredit.

Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi ini menghadirkan Maria Emerensiani M da Costa (mantan Officer Pelayanan Bank NTT KCU Kupang), Ni Nengah DA Kesumastiti (teller Priority Room Bank NTT KCU Kupang) dan Herjuno Oematan (Official Administrasi Keuangan.

SKetua Majelis Hakim, Dju Johnson Mira Mangngi memimpin sidang didampingi Ali Muhtarom dan Ibnul Kholiq sebagai anggota hakim.
Hadir tim JPU Hendrik Tiip dan Hery Franklin sedangkan ketiga terdakwa didampingi tiga kuasa hukum masing-masing.

Terdakwa Yohana dalam menanggapi keterangan saksi mengatakan, kesaksian yang disampaikan para saksi palsu dan penuh dusta.

“Saya tidak pernah telpon, BAP sudah ditandatangani tanggal 13 September, saya tidak pernah mengaktifkan rekening yang sudah aktif,” akunya

Yohana menjelaskan, berdasarkan aturan yang berlaku jika terjadi masalah, orang itu yang harus bertanggung jawab jika melanggar.

“Saya tegaskan saksi pendusta dalam memberikan keterangan,” tegasnya.

Ia menegaskan tidak pernah diberikan transaksi sementara seperti yang dikatakan saksi. “Saya tidak pernah diinformasikan soal transaksi sementara,” tandasnya.

Sementara itu, terdakwa Johan Nggebu menegaskan apa yang disampaikan saksi itu tidak benar. “Apa yang disampaikan saksi ada yang tidak benar,” ungkapnya.

Penasehat hukum terdakwa Johan Nggebu, Bildad Thonak dalam sidang itu, meminta kepada majelis hakim untuk menetapkan ketiga saksi sebagai tersangka.

“Mereka memberikan keterangan tidak benar,” tandasnya.

Ketua majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi menanggapi dengan mengatakan bahwa majelis tidak punya kewenangan, melainkan penyidik yang mempunyai kewenangan.

“Majelis punya kewenangan untuk menjadikan saksi tersangka jika memberikan keterangan palsu,” ujarnya.

Sidang dengan tiga terdakwa ini bakal dilanjutkan kembali pada Selasa, 7 april 2020 dengan agenda pemeriksaan saksi lainya. (mg-21/R-4).