Tiga Tersangka Korupsi Dana Desa Diterbangkan ke Kupang

berbagi di:
2ilustrasi-dana-desa

 

Bernard Sapu

Kapolres Ngada, AKBP Andhika B. Adhitama, SIK, MH, melalui Wakapolres Ngada, Kompol Surya Wiryawan, didampingi Kanit Tipikor Ipda. Anselmus Leza dan Unit Tipikor di ruang konferensi pers Polres Ngada, Selasa (10/9) resmi mengumumkan Tiga orang tersangka Korupsi Dana Desa dan Dana Alokasi Desa Ua, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Ibu Kota Mbay, rampung P21 dan Tahan II Penyerahan Barang Bukti bersama tersangka.

Surya Wiryawan menjelaskan, hanya berselang beberapa jam usai perampungan P-21 dan penyerahan Barang Bukti terhubung ke tiga orang tersangka Korupsi Dana Desa dan Dana Alokasi Desa Ua ditingkatkan status menjadi terdakwa dari sebelumnya berstatus tersangka oleh Polres Unit Tipikor, Kanit Tipikor Ipda. Anselmus Leza.

“Karena seluruh persyaratan sudah lengkap, ketiga orang tersangka kami limpahkan ke kejaksaan untuk menjalani proses selanjutnya,”ungkapnya.

Hal senada disampaikan pula oleh Kanit Tipikor, Ipda. Anselmus Leza bahwa, modus tersangka dana tersebut dipakai untuk kepentingan usahanya.

Untuk menutupi perbuatannya itu, lanjut Anselmus, mereka membuat laporan pertanggungjawaban fiktif. Apesnya, dugaan korupsi tersebut terlacak oleh petugas audit Inspektorat Nagekeo hingga berujung ke Polisi.

Dugaan korupsi Dana Desa Ua senilai Rp 629 Juta. Uang tersebut diduga ditilep oleh Bendahara Desa Ua, Hironimus Sopi, untuk kepentingan usahanya. Usahanya tersebut diantaranya pembuatan kandang babi dan membeli kendaraan.

“Untuk menutupi perbuatannya itu, Hironimus membuat laporan pertanggungjawaban fiktif,”tandasnya.
Anselmus menjelaskan, kasus ini terungkap berawal dari temuan Inspektorat Nagekeo saat mengaudit Dana Desa Ua tahun anggaran 2015-2016.

Anselmus menyampaikan, akibat perbuatan ketiga tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dgn UU RI No 20 Tahun 2001, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun penjara dan denda paling remdah 2 ratus juta paling tinggi Rp 1 Milyar rupiah. Sementara pasal 3 paling rendah 1 tahun dan paling tinggi 20 tahun penjara dendanya paling rendah 50 juta dan paling tinggi 1 Miliar.

Sementara itu Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Ngada, sekaligus Ketua JPU dalam perkara ini, Edi Sulistio yang didampingi Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ngada, Andi, memastikan penahanan terhadap ketiga orang terdakwa itu setelah tiba di Kota Kupang.

“Hari ini juga kami limpahkan berkas perkara bersama terdakwa dan barang bukti ke Pengadilan Tipikor di Kupang-NTT untuk proses penuntutan.

Terdakwa disetujui selama 10 hari mulai dari tanggal 10 September hingga 29 September 2019 sambil menunggu penetapan pengadilan untuk sidang perdana,” katanya (bro/S-1).