Tim Gabungan Gelar Operasi Penertiban Prokes

berbagi di:
img-20210113-wa0035

 

Tim gabungan TNI-POLRI dan Satpol PP Kabupaten TTU menggelar Operasi Penegakan Pendisiplinan Protokoler Kesehatan di Pasar Baru Kefamenanu.

 

 

 
Gusty Amsikan

 

TIM gabungan TNI-POLRI dan Satpol PP Kabupaten TTU menggelar Operasi Penegakan Pendisiplinan Protokoler Kesehatan (Prokes) di Pasar Baru Kefamenanu, Rabu (13/1).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka penertiban dan imbauan kepada masyarakat tentang kehidupan New Normal. Kegiatan tersebut menyasar para pedagang dan pengunjung pasar serta warga setempat yang melintasi Pasar Baru Kefamenanu.

Pantauan media ini di lapangan, Rabu (13/1), Operasi Penegakan Pendisiplinan Protokoler Kesehatan tersebut dimulai sekira pukul 09.15 Wita di Pasar Baru Kefamenanu, Kelurahan Benpasi,  Kecamatan Kota Kefamenanu. Hadir dalam kegiatan tersebut Plh. Pasi Ops Kodim 1618/TTU, Kabag Ops Polres TTU, Kabag Ops, Sat. Pol. PP. Kabupaten TTU, Anggota Kodim 1618/TTU, Anggota Polres TTU, dan Anggota Sat. Pol. PP. Kabupaten TTU.

Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi mengatakan pada Rabu (13/1) pagi, pihaknya bersama Polres TTU dan Satpol PP Kabupaten TTU melaksanakan Operasi Penegakan Pendisiplinan Protokoler Kesehatan. Tim gabungan TNI-POLRI dan Satpol PP melaksanakan operasi dalam rangka penertiban dan himbauan kepada masyarakat tentang kehidupan New Normal.

Kegiatan tersebut diawali dengan apel pengecekan dan dilanjutkan dengan pelaksanaan penindakan pendisiplinan.

Menurut Junaidi, sasaran operasi gabungan tersebut adalah untuk menertibkan para pedagang dan pengunjung pasar serta warga setempwt yang melintasi Pasar Baru Kefamenanu. Para pedangang, pengunjung, dan pelintas di Pasar Baru Kefamenanu yang tidak menggunakan masker diberi peringatan dan diminta mematuhi protokol kesehatan. Hal tersebut dilakukan mengingat semakin bertambahnya angka penderita Covid-19 di wilayah NTT.

“Dalam operasi gabungan tersebut didapati banyak pedagang, pengunjung dan pelintas jalan yang belum menaati protokol kesehatan, tidak memakai masker dan masih berkumpul-kumpul. Hukuman yang diberi bersifat teguran keras. Kita minta warga agar benar-benar menaati protokol kesehatan,”pungkasnya.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filepe Diaz Quintas, mengatakan dalam kegiatan penegakkan pendisiplinan protokol kesehatan tersebut, pihaknya tidak segan-segan menerapkan sanksi sesuai dengan Peraturan Gubernur nomor 42. Sanksi yang diberikan berupa teguran lisan, mewajibkan masyarakat yang tidak menggunakan masker untuk membeli dan menggunakan masker langsung di lokasi operasi.

Operasi pendisiplinan protokol kesehatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa penerapan protokol kesehatan di ruang -ruang publik merupakan hal yang wajib dilakukan. Pemberian sanksi berupa teguran lisan hingga sanksi fisik diharapkan dapat memberikan efek jera kepada masyarakat yang masih lalai dalam penerapan protokol kesehatan.

Sementara Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten TTU, Kristoforus Ukat, menyebut hingga kini terhitung ada 33 orang waga Kabupaten TTU yang harus menjalani karantina di Rumah Sakit Darurat (RSD) Rusunawa, Kilometer 9, setelah hasil rapid test anti gen puluhan warga tersebut dinyatakan reaktif. Mereka yang kini berstatus suspek Covid-19 tersebut berasal dari cluster sekolah, keluarga, dan pelaku perjalanan. Para suspek harus menjalani swab test guna memastikan apakah mereka positif ataukah negatif covid-19. Masyarakat diimbau agar benar-benar mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan pakai sabun. (Yan/ol)