Tim Pencegahan Semprot Disinfektan Pakai Water Canon

berbagi di:
img-20200331-wa0048

 

 

 

 

Gusty Amsikan

Tim Gerak Cepat Pencegahan Covid-19 (TGCP) Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur kembali melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area umum yang ada di Kota Kefamenanu.

Penyemprotan disinfektan tersebut untuk kesekian kalinya dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus Corona yang menyebabkan kematian.

Tim juga terus mengumumkan imbauan kepada masyarakat di 24 kecamatan di Kabupaten TTU agar melakukan social distancing guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Pantauan VN, Selasa (31/3) sekitar pukul 10.30 Wita, TGCP Covid-19 yakni Polres TTU, Kodim 1618/TTU, Yonif Raider 744, Dinkes TTU, Pol.PP serta sejumlah unsur terkait lainnya memulai penyemprotan dari Polres TTU, menyusuri sepanjang jalan eltari. Penyemprotan di sepanjang area umum itu dilakukan dengan menggunakan 1 unit water cannon yang berkapasitas 7.000 liter dan sejumlah handsprayer.

Penyemprotan dipimpin Wakapolres TTU Kompol Yeter B. Selan, Kasdim 1618/TTU, Mayor Inf. Ahmad Hartono serta sejumlah perwakilan dari dinas terkait lainnya yang tergabung dalam tim.

Wakapolres TTU Kompol Yeter B. Selan, ketika diwawancarai wartawan usai mengikuti penyemprotan disinfektan mengatakan titik penyemprotan fokus pada lokasi berkumpulnya masyarakat seperti terminal, pertokoan, pasar serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Hal senada disampaikan Kasdim 1618/TTU, Mayor Inf. Ahmad Hartono

Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai upaya pencegahan Covid-19 secara maksimal. Tujuannya agar TTU bisa bebas dari bahaya Covid-19. Sejauh ini, wilayah Kabupaten TTU masih dalam kategori bebas Covid-19. Hingga kini belum ada satupun masyarakat TTU yang tergolong dalam PDP. Meskipun demikian, Corona tetap menjadi musuh kita bersama yang harus diperangi bersama.

“Untuk sementara TTU bersih. Tidak ada PDP. Tetapi perlu kita ketahui bahwa sampai saat ini data yang terus disiarkan secara internasional jumlah yang meninggal karena kasus ini mungkin sudah melebihi 15 ribu lebih. Untuk Indonesia sendiri sudah 100 lebih. Maka untuk TTU aman dari serangan virus ini kita harus satu kesatuan dan saling mendukung. Tinggal ego sektoral dan mari kita perangi bersama sama,” tandasnya.

Sementara perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Theofilus Bifel mengatakan Tim Gerak Cepat Pencegahan Covid-19 Kabupaten TTU telah merilis jumlah ODP di TTU hingga hari ini sebanyak 8 orang. Jumlah tersebut sesuai dengan rilis Pemerintah Provinsi NTT tentang jumlah ODP di Kabupaten TTU. Salah satu ODP sempat dirawat di RSUD Kefamenanu karena mengalami batuk dan sesak napas. Meskipun demikian, kondisi ODP yang bersangkutan semakin membaik dan akan segera dipulangkan.(bev/ol)