Tim Penggerak PKK Sumba Barat Daya Gelar Gebyar PAUD

berbagi di:

Frengky Keban

Dalam rangka meningkatkan kreativitas anak usia dini dan imajinasi serta menumbuhkan sikap berani pada anak, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumba BArat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan Gebyar PAUD yang diikuti 16 PAUD yang menjadi binaan TP PKK SBD.

Gebyar PAUD mengusung tema Kembangkan Kreativitas dan Karakter Anak. Kegiatan ini menggelar beberapa lomba yakni menggambar, vocal group, menari, dan puisi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat SBD, Frans M. Adilalo, Ketua TP PKK SBD, Ratu Wulla Talu, Wakil TP PKK SBD, Martha P. Tako, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Herman Gono Ate, para pendidik, dan para tutor.

Fransiskus M. Adi Lalo mengapresiasi kegiatan yang digagas TP PKK  yang membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di SBD.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu pilar pembangunan untuk meraih masa depan yang cemerlang apalagi di masa mendatang kehidupan berbagsa dan bernegara akan ditandai dengan berbagai perubahan harus sejalan dengan meningkatnya kualitas manusia yang mampu mengatasi segala tantangan yang ada.

“Melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa terima kasih untuk dedikasi TP PKK terhadap tumbuh kembang anak di kabupaten ini yang dikonkretkan dengan pembangunan paud selama ini.kegiatan ini pun harus terus ditingkatkan  sehingga pada akhirnya anak–anak SBD bisa menjadi anak-anak kebanggan kita yang mampu berdaya saing. Paculah semangat juang membangun bangsa, tetaplah pada prinsip untuk menjadi terbaik pada saat kita berkaraya. Tetaplah semangat bagi anak cucu kita di masa mendatang,”katanya.

Selain itu, ia juga pun mengajak anak-anak didik untuk menjadi anak didik yang bermartabat dan bertakwa kepada Tuhan yang Esa dengan tekun serta belajar untuk demi masa depan yang cerah.

Sementara, Ketua TP PKK SBD, Ratu Wulla Talu di kesempatan tersebut mengatakan pengembangan anak di usia dini harus dikembangkan secara menyeluruh dengan memperhatikan banyak faktor untuk  menentukan kualitas anak baik mikro maupun makro. Dalam hal ini ungkapnya tentu dukungan anggota keluarga, sekolah, norma, budaya dan kebijakan sektor sosial yang dapat membantu tumbuh kembang anak secara komprensif dengan memulainya dengan menggali potensi yang dimiliki anak tersebut.

“Kegiatan ini adalah rangsangan yang memunculkan optimalisasi potensi kecerdasan anak yang diawali dengan menumbuhkembangkan mental dan sikap anak untuk mandiri, percaya diri dan pengembangan sikap sosial selain memberikan kesempatan bagi anak usia dini untuk menunjukkan kreativitasnya sehingga bisa menjadi tunas bangsa yang berprestasi di masa depan dan bisa tumbuh menjadi generasi emas bagi keluarganya dan daerah ini,” tegasnya.

Ia menghimbau para peserta lomba untuk bisa menjadikan lomba ini sebagai ajang belajar dan bermain untuk mengembangkan potensi dan kreativitas yang dimiliki.

Ia berharap kegiatan ini mampu memberi motivasi bagi pendidik dan pengelola PAUD untuk lebih meningkatkan kompetensinya untuk membantu anak berkembang disamping mau meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembinaan anak.

“Saya juga mau tekankan kepada kita semua untuk memberikan stimulasi pendidikan dengan kasih sayang sebab stimulasi yang tidak tepat bisa berdampak buruk pada anak di masa mndatang dan tidak bisa diperbaiki. Usia masa perkembangan emas anak dimulai pada 0-5 tahun dan itu tidak bisa kembali lagi. Tidak boleh ada dari kita yang mengajarkan anak dengan membentak tapi harus dengan penuh kasih sayang,” harapnya.