Tingkat Kehadiran Pembelajaran Tatap Muka belum Maksimal

berbagi di:
img-20201119-wa0003

Inilah suasana pembelajaran tatap muka di salah satu ruang kelas III SD Inpres Mokdale, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Rabu (18/11). Foto: Frangky/VN

Frangky Johannis

Tingkat kehadiran dalam uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), yang mulai dilaksanakan Rabu (19/11), belum maksimal.

Demikian Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao Josep Pandie, yang dikonfirmasi VN melalui telepon genggamnya, Kamis (19/11).

Menurutnya, berdasarkan haporan pemantauan jajaran dinas di sekolah-sekolah yang berada di seluruh kecamatan, tingkat kehadiran siswa dalam pembelajaran tatap muka hari pertama hanya berkisar 80-90 persen saja yang hadir.

“Ini dikarenakan sebagian siswa dan orang tua baru mendengar informasi terkait kebijakan pembelajaran tatap muka tersebut,” katanya.

Ditanya terkait upaya yang akan dilakukan agar seluruh siswa bisa aktif dalam pembelajaran tatap muka tersebut, Josep katakan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada para kepala sekolah untuk berupaya agar seluruh siswa sekolah masing-masing bisa aktif mengikuti pembelajaran di sekolah, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

Josep menjelaskan, dengan uji coba yang dilaksanakan tersebut, maka pihaknya telah mewajibkan pelaksanaan tatap muka dilakukan dengan sistem silang, di mana setiap kelas akan melaksanakan tatap muka tiga hari dalam sepekan.

Mekanismenya, kata dia, untuk hari Senin, Rabu, dan Jumat, akan dilaksanakan tatap muka bagi siswa kelas 1,3, dan 5 SD, kelas 7 dan 50 persen kelas 8 SMP. Sementara hari Selasa, Kamis, dan Sabtu untuk kelas 2,4, dan 6 SD, 50 persen kelas 8 SMP (sisa), serta kelas 9.

“Minggu ini kita pemanasan, jadi minggu depan itu sudah normal dilaksanakan dan setiap kelas kegiatan belajar mengajarnya 3 hari dalam sepekan,” ujarnya.

Pantauan VN di SD Inpres Mokdale, Rabu (18/11), tingkat kehadiran siswa belum seperti keadaan normal sewaktu belum adanya pandemi Covid-19, baru sekitar 80 persen siswa yang hadir.

Menurut Plt Kepala SD Inpres Mokdale Feny Riani Frederika Balukh, tingkat kehadiran yang baru 80 persen tersebut dikarenakan tidak semua siswa mengetahui informasi tentang dimulainya masa belajar di sekolah yang diinformasikan (disebar) pihaknya melalui Grup Whatsapp sekolah.

“Belum semua siswa yang masuk hari ini. Yang masuk ini karena orang tua punya handphone android. Namun kami pastikan tingkat kehadiran siswa akan 100 persen pada pembelajaran selanjutnya karena kami sudah berupaya mendatangi siswa yang belum hadir di hari pertama,” kata Feny.

Ia juga mengatakan bahwa teknis pembelajaran tatap muka yang dilakukandi SD Inpres Mokdale, tetap memberlakukan protokol kesehatan. Semua siswa yang hadir dipastikan mengenakan masker dan sebelum masuk kelas diharuskan cuci tangan. Selain itu, ruang kelas dan tempat duduk siswa juga direkayasa sesuai dengan jarak yang ditentukan. Sehingga beberapa kursi dan meja untuk sementara tidak digunakan. (bev/ol)