TNI Tanam Ribuan Anakan Porang di TTU

berbagi di:
Aparat TNI dari Kodim 1618/TTU bersama masyarakat sedang menanam anakan porang, di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU.

Aparat TNI dari Kodim 1618/TTU bersama masyarakat sedang menanam anakan porang, di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU.

Gusty Amasikan

SEPULUH ribu bibit porang ditanam pada lahan pangan seluas 1,2 ha milik Kodim 1618/TTU, di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU.

Budidaya anakan porang dilaksanakan guna mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah dan upaya TNI dalam memberdayakan masyarakat setempat. Selain itu, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah TTU, di tengah pandemi Covid-19.

Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi, sampaikan ini kepada VN, Jumat (24/7), di Kefamenanu. Kegiatan penanaman anakan porang, kata dia, digelar pada Kamis (23/7).

“Bibit Porang yang ditanam sebanyak 200 kilogram. Hitungannya 1 kilogram sebanyak 40 sampai 50 bibit. Sehingga jumlah bibit yang ditanam kurang lebih 10 ribu. Kegiatan penanaman dilakukan bersama-sama dengan masyarakat setempat dengan menanam bibit di sela-sela tanaman demplot jagung hibrida,” jelasnya.

“Kegiatan ini tujuannya adalah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat serta mengantisipasi ketersediaan dan ketahanan pangan bagi masyarakat khususnya pada situasi pandemi. Lahan yang kita garap untuk penanaman bibit Porang ini seluas 1,2 hektare,” lanjutnya.

Kodim 1618/TTU akan terus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mendukung pemerintah dalam rangka memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat. Misalnya melalui komunikasi sosial guna membuka wawasan serta mengubah pola pikir masyarakat dalam segala bidang kehidupan.

Sebelumnya pada 9 Juni lalu, dalam mengantisipasi ketahanan pangan di wilayah TTU, serta mendukung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang diprakarsai Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat, Kodim 1618/TTU, melaksanakan kegiatan penanaman jagung hibrida di lahan pertahanan pangan Kodim 1618/TTU seluas 1,1 ha. (yan/ol)