TNK dan Polres Mabar Selidiki Penyelundupan Komodo

berbagi di:
Satwa langka yang diamankan oleh polisi pada konferensi pers penangkapan sindikat penjualan satwa langka jaringan internasional. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Satwa langka yang diamankan oleh polisi pada konferensi pers penangkapan sindikat penjualan satwa langka jaringan internasional. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

 
Gerasimos Satria

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menangkap delapan orang jaringan internasional perdagangan satwa langka Komodo di Surabaya, Jember dan Semarang, Jawa Tengah dalam kurun Februari hingga Maret 2019. Sedikitnya, lima ekor Komodo diamankan dari penangkapan itu.Dengan terget jaringan penyelundupan tersebut dihentikan.

Menanggapi aksi penyelundupan Komodo itu, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Awang, Rabu (27/3) petang saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan pihaknya bersama Kepolisian Resort (Polres) Manggarai Barat sedang melakukan penyelidikan dan pendalaman.

“Sedang kami lakukan penyelidikan dan pendalaman bersama Polres Mabar. Saya mohon bersabar, kita terlebih dahulu dalami masalah penjualan Komodo,” tutur Awang.

Terpisah, Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula mengaku belum mengetahui secara detail penangkapan delapan pelaku penyelundup Komodo tersebut oleh Polda Jawa Timur.

Menurutnya, sesuai aturan Komodo tidak boleh dijual bebas. Bila terjadi maka hal itu sudah melanggar aturan.

Ia meminta pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan menghukum para pelaku penyelundupan Komodo.

“Komodo harus dilestarikan dan tidak boleh dengan bebas orang tertentu menjual Komodo. Taman Nasional Komodo adalah wisata alam dan warisan purbakala, sehingga harus dilindungi,” tegasnya,

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan terkait penyelundupan komodo. (bev/ol)