Tolak rapid test, 20 Warga Akan Dijemput Paksa

berbagi di:
img-20200527-wa0060

Sejumlah petugas Satgas Covid-19 Sikka, saat berusaha memberikan penjelasan terkait tujuan pengambilan rapid test terhadap 20 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19 di Wuring. Foto: Yunus/VN

 

 

 

Yunus Atabara

Sebanyak 20 orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 di Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT menolak menjalani rapid test, Rabu (27/5)

Warga menolak tanpa alasan jelas dan meminta petugas Satgas Covid agar tidak melalukan rapid test di Wuring.

Aksi penolakan membuat Satgas Covid-19 Sikka kecewa. Sejumlah petugas berusaha memberikan pengertian untuk warga, namun tidak membuahkan hasil. Satgas akhirnya pulang tanpa melakukan rapid test.

img-20200527-wa0062

Juru bicara Satgas Covid-19 Sikka, Petrus Herlemus kepada VN menegaskan, tugas dan tanggung jawab satgas adalah melakukan pemantauan seluruh pelaku perjalanan dan melakukan tracking setiap orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Terakit aksi penolakan warga Wuring, satgas langsung berkoordinasi dengan Dandim 1603 Sikka, Kapolres Sikka dan Danlanal Maumere. Satgas akan melakukan jemput paksa terhadap 20 orang tersebut.

“Tidak ada tawar menawar. Kami akan jemput paksa. Selama ini kami sudah bekerja siang malam untuk kepentingan kita semua. Kami sudah koordinasi dengan TNI dan polisi,” tegas Hermelus.

Pantauan VN, pukul 13.00 Wita, sejumlah Satgas Covid-19 Sikka tiba di Wuring dengan tujuan melakukan rapid test terhadap 20 orang pelaku kontak erat pasien positif Covid-19 klaster Gowa di wilayah itu.

Warga Wuring yang sudah mendengar informasi tersebut beramai-ramai keluar dari rumah masing-masing dan menolak petugas satgas melakukan pengambilan darah.

“Kami tidak mau diambil darah. Kami tidak sakit,” teriak warga.

Melihat kondisi itu, sejumlah petugas berusaha memberikan penjelasan sekitar lebih dari 2 jam namun tetap ditolak bahkan usai protes, masyarakat pergi meninggalkan petugas.

“Heboh sekali bahwa semua orang Wuring akan diambil darah karena semua sudah Corona. Itu yang membuat warga panik dan takut sudah dari tadi malam,” kata Hasan, salah seorang warga Wuring kepada VN.(bev/ol)