Trotoar di Maumere Jadi Tempat Jual Ikan

berbagi di:
img-20200629-wa0049

 

 

 

 

Yunus Atabara

Trotoar sepanjang jalan dalam Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT yang sedianya sebagai akses untuk para pejalan kaki, beralih fungsi menjadi tempat jualan. Mulai dari jajanan kuliner, bensin eceran, penjualan aneka buah buahan bahkan menjadi tempat menjual ikan segar.

Kondisi ini, selain menghalangi akses pejalan kaki, membuat trotoar menjadi romol, beraroma tak sedap, dan dipenuhi sampah. Selain merusak keindahan kota, juga rawan kecelakaan, terutama di malam hari.

Pantauan VN,  Senin (29/6) sejak sore hingga pukul 20.00 Wita, sepanjang trotoar Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari pertigaan Patung Selamat Datang hingga batas Kota Maumere di Waioti sepanjang trotoar dipenuhi penjual ikan segar.

Box ikan dan ember berisi ikan diletakan begitu saja di atas trotoar. Lalu masing-masing pedagang memegang ikan untuk ditawarkan kepada para pengendara. Bahkan ada diantara penjual ikan yang membuat pajangan tempat gantung ikan di atas trotoar. Tak jarang, para penjual ikan lari memotong jalan saat kendaraan sedang ramai melintas untuk melayani pembeli pada malam hari. Kondisi ini membuat arus lalu lintas sering terganggu.

Salah seorang pengendara motor,  Martoni (29) warga Talibura, Senin (29/6) malam, nyaris menabrak salah seorang pedagang ikan yang lari memotong jalan di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sikka.

“Saya kaget, karena tiba-tiba dia (penjual ikan) lari potong jalan. Untung saya rem. Kalau tidak pasti saya tabrak. Bahaya sekali hanya karena mereka rebutan menawarkan ikan, tapi tidak perhatikan kendaraan,” mata Martoni dengan nada kesal.

Pengguna jalan lainnya meminta agar pemerintah segera menertibkan para penjual ikan di atas trotoar. Selain merusak pemandangan kota, juga menimbulkan aroma tidak sedap.

Parulina Andini (36) yang mengaku warga Wairotang, Kelurahan Wairotang kepada VN meminta agar Pol PP menertibkan para pedagang, baik kuliner, pedagang buah dan penjual ikan yang selama ini berjualan di atas trotoar.

“Inikan tugas Pol PP. Setiap malam mereka patroli mondar mandir, masa tidak lihat? Jangan tunggu ada yang mati tertabrak dulu baru tertibkan,” ujarnya kesal. (bev/ol)